JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan pelayanan publik, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Ponorogo, yang mewakili Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Kemenkumham RI), berhasil meraih prestasi sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan Terbaik Tahun 2024.
Penghargaan ini diserahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi Kemenkumham RI, Asep Kurnia, mewakili Menteri Hukum dan HAM, hadir bersama Kepala Kanim Ponorogo, Robertus Ferdian, untuk menerima penghargaan tersebut.
Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri PAN-RB Azwar Anas dalam acara Gebyar Pelayanan Prima 2024 yang bertema Wujudkan Ekosistem Pelayanan Publik Transformatif, Inovatif, dan Inklusif.
Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Sheraton Grand Jakarta Gandaria City pada Selasa (8/10).
Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi unit pelaksana teknis yang berhasil memberikan pelayanan prima kepada kelompok rentan.
Beberapa aspek yang menjadi indikator penilaian antara lain kebijakan dan kepemimpinan, aksesibilitas fisik, aksesibilitas informasi dan komunikasi, akomodasi yang layak, serta kualitas sumber daya manusia.
Tahun ini, Kanim Ponorogo telah melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana untuk meningkatkan aksesibilitas bagi kelompok rentan.
Fasilitas yang telah disediakan antara lain layanan prioritas, area parkir khusus, jalur pemandu (guiding block) dari pintu gerbang hingga ruang layanan, jalur landai (ramp), serta pegangan rambat di kedua sisi.
Tak ketinggalan, alat bantu mobilitas seperti kursi roda, tongkat, walker, dan kruk, serta alat bantu komunikasi dan ruang tenang juga telah disediakan.
“Inovasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap warga, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dapat mengakses pelayanan dengan mudah dan nyaman,” jelas Kepala Kanim Ponorogo Robertus Ferdian.
Selain itu, pemohon dari kelompok rentan juga didampingi oleh petugas pelayanan khusus.
Melalui inovasi unggulan Dewi Songgolangit, petugas telah dilatih untuk memberikan layanan yang lebih sensitif dan sesuai kebutuhan, termasuk kemampuan menggunakan bahasa isyarat untuk pemohon dengan disabilitas rungu.
“Pelatihan sensitivitas pegawai sangat penting dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif,” tambah Robertus.
Atas prestasi ini, Robertus Ferdian menyampaikan rasa terima kasihnya dan berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Kanim Ponorogo untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Setiap langkah kecil yang kita ambil untuk mendukung kelompok rentan adalah langkah besar menuju keadilan,” ujar Robertus. Ia juga berharap seluruh jajaran Kanim Ponorogo terus berupaya memastikan bahwa setiap suara didengar dan setiap kebutuhan terpenuhi.
“Bersama, kita bisa menciptakan dampak yang berarti,” pungkasnya. (fac/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani