PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Tak ada yang menyangka jika seorang pemuda desa asal Ponorogo ini meraih pretasi membanggakan di ajang Raka Raki Jatim 2024.
Fiki Andriansah dinobatkan sebagai Raka dalam ajang pemilihan Duta Pariwisata yang digelar di Graha Universitas Surabaya (Unesa), Jawa Timur, Sabtu (5/10) lalu.
Pemuda asal Desa Grogol, Sawoo, Ponorogo, dinobatkan sebagai Raka oleh Pj Gubernur Jatim Adhi Karyono.
Haru bercampur bahagia jelas dirasakannya. Senyum Fiki terkembang saat master of ceremony (MC) menyebut namanya sebagai nominasi terpilih.
Fiki berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya dalam ajang bergengsi tingkat Provinsi Jawa Timur itu.
Namun ada cerita menarik di balik pencapaianya itu. Ia harusmengalahkan rasa traumanya lantaran pernah gagal pada ajang serupa pada tahun 2021 lalu.
Berbekal tekad dan semangat, ia akhirnya berani ikut melalui pendaftaran umum yang Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat.
"Saya dari desa kecil, setidaknya berharap bisa menginspirasi bahwa tidak peduli di manapun kamu, kamu bisa mewujudkan mimpi,’’ ujar Kakang Ponorogo dan Duta Wisata 2019 itu.
Pemuda 22 tahun itu pun mulai bersiap menghadapi peserta lain yang menjadi wakil dari 35 kabupaten/kota lainnya di Jatim.
Mahasiswa Jurusan Manajemen Unesa rela membagi waktu jadwal kuliahnya dengan program mentoring yang diikutinya.
Jerih upaya itu terbayar lunas. Fiki akhirnya terpilih sebagai Raka Jatim 2024.
Raihan ini melengkapi prestasi Fiki yang sebelumnya terpilih dalam program pertukaran pelajar di Vytautas Magnus University Eropa 2023-2024.
"Beberapa sosok yang menginspirasi saya sampai pada titik ini yakni Om Putut (Owner batik Lanang Wadon), Kang Tridi (senior paguyuban), dan tentunya keluarga dan orangtua,’’ ungkap putra pasangan Jazuli-Misri tersebut.
Sementara itu, Kabid Pemasaran dan Ekraf Disbudparpora Ponorogo Tini Fifiantini berharap Fiki sebagai Duta Wisata Jawa Timur mampu menjalankan tugas dengan baik.
Mengenalkan wisata dan budaya di Jatim. Tidak terkecuali melanjutkan advokasi keberlanjutan Reog Ponorogo menuju Unesco.
Pun diakuinya, pencapaian Fiki itu turut mengharumkan nama Ponorogo. Maklum, sudah 20 tahun lamanya wakil dari Bumi Reog ini gagal meraih prestasi dalam ajang tersebut.
"Selama 20 tahun penantian, akhirnya terjawab lewat Fiki tahun ini. Inspirasi bagi duta wisata kakang senduk next untuk mengikuti jejak Fiki,’’ harap Fifi. *** (davita-mg-iain/gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya