Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Berijtihad Tingkatkan Tata Kelola Desa, Tim PKM UIN Sunan Ampel Surabaya Lakukan Pendampingan Penyusunan RKP Desa di Ngrayun Ponorogo

Mizan Ahsani • Jumat, 25 Oktober 2024 | 15:00 WIB
BERI DUKUNGAN: Tim PKM UINSA Surabaya saat pendampingan penyusunan RKP Desa di Ngrayun, Ponorogo.
BERI DUKUNGAN: Tim PKM UINSA Surabaya saat pendampingan penyusunan RKP Desa di Ngrayun, Ponorogo.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Selama dua hari berturut-turut, dari Rabu-Kamis (24/10 dan 25/10), tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan pendampingan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) di Desa Ngrayun, Ponorogo.

Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari rangkaian pengabdian yang dilakukan oleh tim PKM UINSA yang terdiri dari Akhmad Siddiq, Noor Rahman, Aniek Nurhayati, Laili Bariroh, dan Ajeng Widya.

Pada tahap awal, tim telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) pada 23-24 Agustus 2024 bersama warga, tokoh masyarakat, dan pemerintah Desa Ngrayun.

FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat desa.

Kegiatan ini berlangsung di balai Desa Ngrayun dan Desa Sambiganen, yang merupakan balai desa persiapan.

Menurut Akhmad Siddiq, ketua tim PKM, pemilihan Desa Ngrayun didasarkan pada aspek keterpencilan dan ketertinggalan dibandingkan desa-desa lain di Ponorogo.

Desa Ngrayun memiliki wilayah yang cukup panjang, sekitar 13 kilometer dengan topografi perbukitan berkelok-kelok, sehingga memiliki permasalahan serius dalam hal transportasi, pembangunan infrastruktur, serta alokasi pembagian dana desa.

Tantangan-tantangan ini membutuhkan solusi yang tepat melalui perencanaan kerja desa yang baik.

“Warga Dusun Sambi dan Ganen sudah lama menginisiasi pemekaran desa untuk mempermudah tata kelola desa serta distribusi dana desa,” ujar Akhmad.

Inisiatif tersebut, lanjutnya, sudah berjalan lebih dari 16 tahun.

Saat ini, masyarakat setempat sudah berhasil melengkapi semua syarat yang diperlukan untuk mendirikan desa mandiri.

Pada 23-24 September 2024, tim PKM UINSA mengadakan pelatihan bertema "Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa".

PENDAMPINGAN: Tim PKM UINSA Surabaya melakukan pendampingan penyusunan RKP Desa di Ngrayun, Ponorogo.
PENDAMPINGAN: Tim PKM UINSA Surabaya melakukan pendampingan penyusunan RKP Desa di Ngrayun, Ponorogo.

Pelatihan ini dihadiri oleh aparat desa induk Ngrayun serta aparat desa persiapan Sambiganen.

Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga Binapemdes Kemendagri, Yogyakarta.

Selama dua hari, para aparat desa mendapatkan pelatihan terkait tata kelola desa, penulisan naskah peraturan desa, pengelolaan transparan, dan penyusunan RKP desa.

Pelatihan ini juga dihadiri oleh Profesor Greg Fealy dari Australia, yang memberikan wawasan tambahan terkait konteks politik Islam dan tata kelola desa di Indonesia.

Greg menyampaikan bahwa desentralisasi telah memberikan ruang yang lebih terbuka bagi pemerintah desa untuk berinovasi dan membangun demokrasi lokal.

Aniek Nurhayati, salah satu anggota tim PKM UINSA, menjelaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman aparat desa tentang tata kelola pemerintahan yang baik dan prinsip-prinsip demokrasi dalam pengambilan keputusan.

“Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menyusun kebijakan dan peraturan desa yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan lokal,” tambah Aniek.

Melalui pendekatan partisipatoris, warga desa yang ikut dalam pelatihan ini akan memperoleh wawasan tentang cara berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan pengembangan desa.

Mereka juga akan diajarkan bagaimana menyampaikan aspirasi dan kebutuhan dalam penyusunan RKP desa.

Pemahaman tentang pengelolaan data dan informasi desa menjadi bekal bagi warga untuk mengawasi dan menilai kinerja pemerintah desa.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan warga agar lebih berperan aktif dalam pembangunan desa.

“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas aparatur desa, tetapi juga memberdayakan warga untuk berpartisipasi aktif,” pungkas Aniek. (fac/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#uinsa #surabaya #RKP #ngrayun #desa #PKM #pendampingan #ponorogo