PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan calon (paslon) Pilkada Ponorogo nomor urut 02 Sugiri Sancoko-Lisdyarita (RiLis) punya cara tersendiri dalam upaya pelestarian reog.
Duet petahana itu berupaya keras agar reog mendapatkan pengakuan dunia. Menurut mereka, itu sebagian dari upaya pelestarian reog.
Tidak hanya itu, RiLis juga ingin mengabadikan kesenian tradisional asli Ponorogo itu melalui Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang tengah dibangun di Kecamatan Sampung.
Sebgaimana diketahui, Reog Ponorogo diusulkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) UNESCO.
Upaya itu dilakukan saat duet petahana menjabat sebagai pasangan bupati dan wakil bupati lalu.
“Seluruh rakyat Ponorogo dan luar Ponorogo sedang bersemangat agar reog diakui UNESCO, lalu kami lanjutkan dengan MRMP di Sampung,’’ kata Sugiri.
Sugiri menarget pembangunan MRMP tahap pertama rampung akhir tahun ini. Menurutnya, MRMP mendongkrak kebanggaan masyarakat terhadap reog.
Tak sekadar megah, Rilis memproyeksikan MRMP menjadi wisata baru di Bumi Reog, sekaligus episentrum ekonomi guna mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
"MRMP jadi, sektor ekonomi akan tumbuh, PAD meningkat,’’ jelasnya.
Petahana turut membawa reog keliling dunia. Menggelar pertunjukan reog ke berbagai negara seperti Jerman, Swiss, hingga Prancis.
Sugiri berpandangan upaya tersebut merupakan bagian dari pelestarian reog sekaligus mengenalkan budaya asli Ponorogo ini ke berbagai negara di belahan dunia.
"UNESCO tidak memandatkan membuat museum, kami ingin reog tidak hanya jadi kesenian tapi ada produk turunan pusat wisatanya, karenanya ada monumen reog,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya