PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya pengungkapan kasus dugaan penyelewengan dana BOS (bantuan operasional sekolah) SMK PGRI 2 Ponorogo terus digeber.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo memastikan bakal membuka tabir kasus tersebut dalam waktu dekat.
Mereka menyebut dugaan korupsi dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo tersebut menjadi atensi prioritas.
Kajari Ponorogo Teuku Herizal mengungkapkan, tim penyidik terus melakukan pendalaman. Baik pengumpulan barang bukti, maupun memanggil ulang beberapa saksi.
Guna memastikan alur perkara runtut, pun mengusut tuntas dalang di balik dugaan korupsi dana BOS tersebut.
"Saksi masih 16 orang, untuk barang bukti kendaraan belum kami tambah, masih tujuh bus, satu Pajero, dan dua avansa,’’ kata Herizal.
Herizal memastikan bakal bergerak cepat menangani perkara tersebut. Awal pekan ini kembali dikebut.
Setelah pekan sebelumnya membantu pengawasan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024.
"Tidak menutup kemungkinan ada (bus) barang bukti baru, atau saksi yang lainnya,’’ ujarnya.
Herizal menegaskan perkara tersebut menjadi warning bagi sekolah dan lembaga lain untuk bijak dalam pemanfaatan dan pertanggungjawaban anggaran negara.
"Kami mengimbau lembaga seluruhnya untuk bertanggung jawab dan tidak menyalahgunakan anggaran dari pemerintah,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya