PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Kondisi Jembatan Gantung, Jurang Gandul, Kadipaten, Babadan, Ponorogo, direspon pemkab setempat.
Diberitakan sebelumnya, warga desa setempat yang kerap memanfaatkan infrastruktur tersebut mengaku khawatir saat melintas di jembatan gantung.
Pasalnya, kontruksi jembatan gantung itu dikabarkan rusak usai dihantam rumpun bambu saat banjir beberapa waktu lalu.
Namun Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo memiliki penilaian lain.
Memereka memastikan jika jembatan gantung tersebut masih laik digunakan. Meski diakui, kontruksi jembatan miring beberapa derajat ke sisi barat.
Jembatan sepanjang 20 meter itu dipastikan masih bisa dilalui kendaraan, dengan berat maksimal sesuai ketentuan.
Baca Juga: Tujuh Bus Sitaan Dugaan Korupsi Dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo Dititipkan ke Kejati
Kabid Bina Marga DPUPKP Ponorogo Shintawati mengungkapkan bahwa dari hasil peninjauan, kerusakan jembatan disebabkan diterjang banjir.
Satu tali angin bagian tengah jembatan putus. Namun bukan sling (tali utama) jembatan, kondisi tersebut tidak signifikan merusak jembatan.
"Masih bisa dilalui sebenarnya karena sling utamanya masih berfungsi hanya saja sedikit miring karena kena banjir,’’ kata Shinta.
Meski dapat dilalui, pihaknya menyarankan hanya kendaraan ringan yang melintas. Seperti sepeda angin maupun pejalan kaki.
Pihaknya me-warning jembatan ditutup total saat banjir. Pihaknya berencana melakukan perbaikan tahun depan.
"Tahun depan akan kami lakukan perbaikan, dan penggantian material yang rusak termasuk memperbaiki fondasi jembatan,’’ jelasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya