Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BPBD Ponorogo Siap Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Lakukan Normalisasi 22 Sungai Rawan Banjir

Sugeng Dwi N. • Senin, 16 Desember 2024 | 20:30 WIB

Ilustrasi Foto : Salah satu normalisasi sungai di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Ponorogo, beberapa waktu lalu.
Ilustrasi Foto : Salah satu normalisasi sungai di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Ponorogo, beberapa waktu lalu.
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Musim hujan akhir tahun ini membuat BPBD Ponorogo siap siaga.

Seluruh personel waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mengancam di wilayah Ponorogo.

Personel kegawatdaruratan itu senantiasa siap setiap saat menjalankan fungsi koordinasi, komando, dan pengendalian bencana yang jadi komitmen BPBD Ponorogo menunaikan tugas kemanusiaan.

Mereka menyadari menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana responsif, cepat, tanggap, serta upaya mitigasi kedaruratan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ponorogo Masun mengungkapkan, sedikitnya 130 kejadian bencana hidrometeorologi melanda kabupaten ini terhitung Oktober hingga pekan pertama Desember ini.

Perinciannya, 60 kejadian tanah longsor, 45 banjir, serta 25 laporan cuaca ekstrim. Bencana nyaris tersebar merata di 70 desa 19 kecamatan (selengkapnya lihat grafis).

“Sesuai prediksi BMKG musim penghujan di Ponorogo terjadi ada Oktober, dan puncaknya pada November dengan kisaran curah hujan 1.500-2.000 milimeter,’’ kata Masun.

Berbagai upaya dilakukan BPBD Ponorogo untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana hidrometeorologi.

Seperti penetapan status tanggap darurat, berkoordinasi dengan OPD terkait, membentuk Pos Komando Penanganan Darurat Bencana, melakukan pembersihan sampah di sungai yang tersumbat, hingga memberikan logistik warga terdampak.

‘’Ada sekitar 149 paket logistik yang kami bagikan, mulai selimut, family kit, masker, hingga makanan siap saji,’’ terangnya.

Masun menambahkan, normalisasi sungai menjadi tugas pokok BPBD Ponorogo di musim hujan akhir tahun 2024 ini.

Sedikitnya 22 sungai dikeruk menggunakan tiga eskavator. Mulai Kecamatan Kota, Kauman, Jambon, Balong, Sampung, hingga Sukorejo.

Penyumbat aliran seperti sampah, rumpun bambu, hingga lumpur dikeruk mengembalikan fungsi sungai.

Perbaikan tanggul jebol dengan bronjong turut dilakukan di empat titik, yakni tanggul di Kelurahan Singosaren, Jenangan, tanggul Desa Tumpuk, Sawoo, tanggul Desa Maguwan dan tanggul Desa Kemuning di Kecamatan Sambit.

“Selain melakukan tugas  utama kami yakni penanganan kedaruratan saat bencana terjadi,’’ paparnya.

Masun memastikan penanganan bencana dan kedaruratan bakal terus dimaksimalkan. Membantu masyarakat terdampak bencana alam.

‘’Selalu perhatikan lingkungan sekitar khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, apalagi saat hujan deras dan angin kencang,’’ pungkasnya. (gen/kid/*)

 

130 BENCANA HIDROMETEOROLOGI

60 kejadian tanah gerak atau longsor

45 kejadian banjir

25 kejadian cuaca ekstrem

70 desa/kelurahan

19 kecamatan

 

22 TITIK PENGERUKAN SAMPAH SUNGAI

Sungai di Kelurahan Pakunden, Ponorogo

Sungai di Desa Pengkol, Kauman

Sungai di Desa Bringinan, Jambon

Sungai di Desa Bajang, Balong

Sungai di Desa BuluKidul,Balong

Sungai di DesaCarangrejo, Sampung

Sungai di Kelurahan Purbosuman, Ponorogo

Sungai di Desa Nampan,Sukorejo

Sungai di Desa Ronosentanan,Siman

Sungai di Desa Sukorejo,Sukorejo

Sungai di Desa Golan,Sukorejo

Sungai di Desa Bulak, Balong

Sungai di Desa Sendang, Jambon

Sungai di Desa Purworejo,Balong

Sungai di Kel. Purbosuman, Ponorogo

Sungai di Kel. Mangunsuman, Siman

Sungai di Desa Bangunrejo,Sukorejo

Sungai di Desa Ringin Putih, Sampung

Sungai di Desa Ngampel, Balong

Sungai di Desa Brahu, Siman

Sungai di Desa Sedarat, Balong

 

TITIK PERBAIKAN TANGGUL

Tanggul di Dusun Glagah Desa Maguwan, Sambit

Tanggul di Dusun Jogowangsan Desa Kemuning, Sambit

Tanggul di Lingkungan Panjen Kel. Singosaren, Jenangan

Tanggul di Dusun Gondang Desa Tumpuk, Sawoo

 

(Sumber: BPBD Ponorogo)

Editor : Budhi Prasetya
#bpbd #musim hujan #korban #Bencana hidrometeorologi #banjir #Normalisasi #ponorogo