Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bocah SD Jadi Korban Banjir Ponorogo, Empat Santri Terseret Arus, Selamat Gegara Pegangan Pohon Lamtoro

Sugeng Dwi N. • Selasa, 17 Desember 2024 | 20:30 WIB
RUMAH DUKA: Banjir menggenangi rumah ABD, bocah 12 tahun yang jadi korban tewas banjir di Ponorogo pada Senin hari ini, 16 Desember 2024.
RUMAH DUKA: Banjir menggenangi rumah ABD, bocah 12 tahun yang jadi korban tewas banjir di Ponorogo pada Senin hari ini, 16 Desember 2024.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Banjir besar yang melanda Ponorogo pertengahan bulan Desember 2024 ini merenggut dua nyawa warga.

Achir Bagus Dwi Ardhianto siswa kelas VI, ditemukan warga meninggal dunia tak jauh dari rumahnya di Desa Jabung, Mlarak, Ponorogo.

Bocah SD berumur 12 tahun itu dilaporkan sempat terseret arus banjir saat keluar dari rumahnya pada hari Senin (16/12).

Sugianto, saksi mata, menceritakan bahwa kejadian berawal saat Achir terlihat keluar rumah waktu subuh.

Bocah SD itu nampak berjalan di halaman rumahnya. Sugianto memperkirakan korban tak menyadari derasnya arus banjir yang setinggi lutut orang dewasa tersebut.

Baru berjalan beberapa meter dari dalam rumah, Achir terpeleset dan hanyut terbawa arus.

"Langsung jatuh dan terseret banjir,’’ kata Sugianto.

Mengetahui Achir terseret arus, Imam Suhada, tetangganya, berusaha menolong.

Namun uluran tangan pengurus Panti Asuhan Amanah Hati itu tak kuat menahan derasnya arus.

Lelaki berumur 53 tahun itu ikut terseret arus banjir bersama dengan Achir. Keduanya ditemukan meninggal 15 meter dari lokasi kejadian.

"Tahu ada yang teriak-teriak saya berusaha ikut lari menolong, tapi arus deras,’’ ujarnya.

Insiden serupa terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Quran, Kelurahan Brotonegaran, Ponorogo.

Diketahui, kelurahan yang berada di wilayah Jenes itu memang menjadi titik langganan banjir.

Empat santri ponpes tersebut sempat terseret banjir. Beruntung mereka selamat.

Keempat santri nahas itu dilaporkan berpegangan pohon hingga akhirnya ditolong Tim SAR saat yang tenah patroli.

"Posisinya mereka berpegangan di pohon lamtoro karena terseret air, untungnya pas ada tim SAR lewat jadi langsung dievakuasi,’’ terang Lurah Kepatihan Chusnul Arifiandi.

Dia menambahkan, ketinggian banjir di wilayah Jenes bervariasi. Mulai 50 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Banjir disebabkan tanggul Sungai Jenes jebol. Puluhan warga dievakuasi ke tempat aman.

"Banjirnya cukup parah, karena banyak juga rumah yang terendam,’’ ujarnya. (gen/kid)   

Editor : Budhi Prasetya
#Lamtoro #santri #korban #bocah sd #banjir #ponorogo