Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Miris, Bocah Putus Sekolah Berumur 14 Tahun Terlibat Sejumlah Pencurian, Kasat Reskrim : Ngakunya untuk Makan

Sugeng Dwi N. • Kamis, 19 Desember 2024 | 18:40 WIB
TANGAN PANJANG: Aksi bocil belasan tahun terekam kamera CCTV saat melakukan pencurian di warung mie Kelurahan Tonatan, Ponorogo Senin (9/12) dini hari.
TANGAN PANJANG: Aksi bocil belasan tahun terekam kamera CCTV saat melakukan pencurian di warung mie Kelurahan Tonatan, Ponorogo Senin (9/12) dini hari.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Perjalanan hidup ALF, warga Kelurahan Tonatan, Ponorogo, ini sungguh berwarna. 

Usianya baru menapak 14 tahun, tapi ia kerap berurusan dengan polisi. Hidup bocah putus sekolah itu seolah terjebak dalam dunia hitam yang harus dijalaninya. 

ALF kembali harus berurusan dengan hukum. Ia diamankan Satreskrim Polres Ponorogo lantaran tertangkap basah mencuri spion di lelurahan Singosaren, Jenangan, Senin (16/12) lalu.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudy Hidajanto mengungkapkan, ALF mengaku melakukan pencurian di beberapa tempat.

Salah satunya di rumah makan Jalan Sekar Taman, Kelurahan Tonatan. Dirinya berhasil membawa kabur uang Rp 5 juta dan handphone. 

"Pelaku sebenarnya sudah mengaku beberapa kali mencuri, tapi saat ini belum bisa kami proses hukum,’’ kata Rudy.

Rudy mengaku proses hukum terganjal nihilnya laporan warga. Warga yang jadi korban aksi pencurian ALF enggan melapor secara resmi ke polisi.

Alasannya, iba terhadap kondisi bocah putuh sekolah yang masih berusia belasan tahun itu.

Dikatannya, sedikitnya ALF sudah enam kali berurusan dengan polisi. Empat kali diantaranya diselesaikan dengan restoratif justice (RJ).

"Kalau korban mau melapor secara resmi bisa kami proses hukum, karena usianya sudah 14 tahun dan sementara kami lakukan penahanan dahulu,’’ jelasnya.

Kasatreskrim mengaku kesulitan menangani bocah spesialis pencurian tersebut.

Pasalnya, selain berulang kali mencuri, pihak keluarga dan warga enggan menerima kehadiran ALF.

Pun, saat dititipkan ke panti rehabilitasi, ia juga berulah hingga sempat kabur. Seperti saat dititipkan ke Selter Dinsos-PPPA Ponorogo beberapa waktu lalu.

"Anak ini bukan kleptomania (kelainan jiwa berupa keinginan mencuri). Dia ngakunya mencuri untuk makan,’’ ujarnya. (gen/kid)  

Editor : Budhi Prasetya
#putus sekolah #pencurian #bocah #kleptomania #ponorogo