PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Titik tanggul jebol pemicu banjir besar yang merendam Ponorogo hari Senin (16/12) lalu bertambah.
Hasil identifikasi lanjutan, BPBD Ponorogo mendapati titik tanggul jebol baru di sepanjang Kali Keyang dan Kali Sono serta lokasi lainnya pada hari Rabu (18/12).
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengungkapkan, sembilan titik tanggul jebol tambahan teridentifikasi.
Baca Juga: Pamit Berangkat ke Masjid, Sarjono Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Sedalam 15 Meter
Lokasinya, masih berada di sekitar sembilan titik yang ditemukan di awal. Sehingga sementara ini tanggul jebol tercatat 18 titik yang menjadi biang banjir laten.
"Identifikasi ini belum selesai karena masih ada beberapa titik yang belum kami survei,’’ kata Masun.
Masun mengungkapkan, kerusakan tanggul dipicu debit air sungai meningkat drastis seiring tingginya curah hujan.
Dimensi kerusakan bervariasi, mulai dua meter hingga mencapai 40 meter. Perbaikan darurat dilakukan bersama pihak terkait dibantu TNI, Polri, serta warga setempat.
"Sudah kami laporkan ke BBWS Bengawan Solo, sementara perbaikan darurat sudah mulai dilakukan,’’ ujarnya.
Memasuki hari ketiga pascabanjir besar beberapa waktu lalu, genangan air belum surut di beberapa wilayah terdampak banjir.
Seperti Desa Josari, Jetis, sebanyak empat kepala keluarga (KK) terisolir genangan setinggi 30 sentimeter.
Wilayah berada di cekungan, petugas terpaksa menurunkan lima mesin pompa penyedot air menguras banjir tersebut.
"Banjir di titik ini disebabkan jebolan tanggul di Desa Demangan, Siman, kami sedot lebih dari tiga jam dengan lima pompa belum ada tanda-tanda surut,’’ ujarnya. (gen/kid)
SEBARAN TANGGUL JEBOL PASCABANJIR PONOROGO
Kali Keyang
5 titik Kelurahan Paju, Ponorogo
4 titik Desa Demangan, Siman
Desa Jabung, Mlarak
Desa Karanggebang, Jetis
Desa Jetis, Jetis
Desa Wonoketro, Jetis
Kali Sono
Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit
Desa Maguwan, Kecamatan Sambit
Kali Selo Payung
2 titik Desa Bediwetan, Bungkal
Desa Bancar, Bungkal
Editor : Budhi Prasetya