Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkab Ponorogo Identifikasi Biang Penyempitan Saluran Air Penyebab Banjir, DPUPR Berencana Pindah Titik Sodetan

Sugeng Dwi N. • Selasa, 7 Januari 2025 | 22:30 WIB
URAI MASALAH : Pemkab Ponorogo menggelar rapat terkait penanganan banjir di kawasan sekitar IAIN Ponorogo.
URAI MASALAH : Pemkab Ponorogo menggelar rapat terkait penanganan banjir di kawasan sekitar IAIN Ponorogo.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Warga di sekitar Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Ronowijayan, Siman, Ponorogo, kerap merasakan dampak banjir pada awal musim hujan kali ini.

Maklum, wilayah tersebut menjadi daerah langganan banjir sejak musim hujan akhir tahun 2024 kemarin.

Bahkan video banjir di area tersebut kerap muncul di media sosial (Medsos) TikTok belakangan ini. Beberapa warga melakukan siaran live di akun medsos mereka.

Kondisi tak mengenakkan itu tak urung menarik perhatian Pemkab Ponorogo. Mereka saat ini tengah mengurai permasalahan biang banjir di wilayah tersebut. 

Salah satunya soal kondisi saluran air yang berada di area sekitar Jalan Letjen Suprapto itu diduga menjadi pemicu banjir.

Kabar terbaru, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) setempat berencana memindah titik sodetan di saluran Setelik.

Sodetan semula berada di belakang bangunan mendapat penolakan warga. Alhasil bakal dipindah ke sisi barat Jalan Letjen Suprapto.

Kepala DPUPKP Ponorogo Jamus Kunto Purnomo mengatakan, kesepakatan penanganan banjir selatan kampus IAIN Ponorogo tersebut telah diputuskan dengan warga terdampak.

Saluran irigasi yang meluap bakal disodet menembus jalan utama hingga menyeberang sisi barat jalan.

"Nanti saluran di barat jalan akan kami normalisasi dan besarkan untuk menampung aliran sampai ke sungai,’’ kata Jamus.

Selain sodetan, pembenahan drainase sisi timur jalan bakal dilakukan awal tahun ini. Langkah awal membongkar penutup saluran yang dibangun warga.

"Sesuai aturan di persil, hak untuk menutup saluran itu hanya selebar roda empat atau maksimal tiga meter. Ini yang akan kami buka lagi untuk mempermudah perawatan,’’ tegasnya.

Pembongkaran bangunan yang dinilai membuat sempit saluran Setelik bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Menurutnya penyempitan saluran memicu banjir luapan akut di kawasan tersebut.

"Memang ada penyempitan, ukurannya belum bisa kami sampaikan. Tapi nanti pasti kami bongkar,’’ ujarnya. (gen/kid)   

Editor : Budhi Prasetya
#saluran air #banjir #Sodetan #ponorogo