JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun - Pembangunan Monumen Reog di Ponorogo rupanya mendapat atensi khusus dari pemerintah pusat.
Hal itu diungkapkan oleh Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dalam acara Gelar Reog Ponorogo: Syukuran Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO, Sabtu (11/1).
Ia mengaku optimistis bahwa pembangunan Monumen Reog sebagai destinasi wisata baru di Ponorogo dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian.
Bahkan ia menyebut, monumen yang dibangun di Sampung, Ponorogo, itu akan menyumbang lebih dari 50 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah setempat.
Ia mengatakan, monumen tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk Ponorogo dan kawasan sekitarnya.
“Kami yakin kalau ini kami kembangkan betul, bisa berkontribusi 50 persen lebih dari PDRB Ponorogo,” kata Susiwijono Moegiarso, mengutip Antara.
Progres pembangunan monumen yang didanai melalui skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU) tersebut kini telah mencapai 95 persen.
Rencananya monumen tersebut akan dibangun setinggi 126 meter.
Ikon wisata baru di Ponorogo tersebut, lanjutnya, dirancang sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya.
Ada fasilitas museum peradaban, amfiteater, dan ekosistem seni budaya untuk mendukung pelestarian Reog Ponorogo.
Susiwijono menyatakan, Monumen Reog akan menggelar pameran seni budaya secara berkala dan program pelatihan untuk pelaku seni untuk memperkuat kapasitas SDM.
“Nanti kami dengan Pak Bupati dan teman-teman Kemenpar akan mengumpulkan enam kepala daerah untuk mengintegrasikan destinasi wisata tadi,” ujar Susiwijono.
Ia menuturkan bahwa melalui pengembangan destinasi wisata berbasis budaya, pemerintah berupaya untuk menciptakan peluang baru.
Tidak hanya memperkuat identitas budaya nasional tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Reog Ponorogo diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO pada 3 Desember 2024 di Asunción, Paraguay.
“Yang lebih penting dari penetapan Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO, ini momentum untuk menjadikan reog sebagai andalan ekonomi Ponorogo ke depan,” imbuh Susiwijono. (naz)
Editor : Mizan Ahsani