PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Pasien demam berdarah dengue (DBD) sejumlah rumah sakit membludak.
Hingga akhir bulan Desember 2024, tercatat sebanyak 451 pasien dirawat di tiga rumah sakit umum (RSU) di Ponorogo.
Sementara, menurut data yang dimiliki dinkes setempat, hanya ada temuan sedikitnya 45 kasus DBD selama bulan Desember tahun lalu (selengkapnya lihat grafis).
Pihak Dinkes Ponorogo memiliki penjelasan terkait perbedaan jumlah tersebut. Menurut mereka, tidak semua pasien yang dirawat di rumah sakit masuk dalam data kasus DBD.
Informasi yang dihimpun, rata-rata pasien dirawat di RSU 'Aisyiyah Ponorogo setiap harinya mencapai 30 pasien.
Selama bulan November 2024, mereka menangani 72 pasien DBD. Jumlahnya naik menjadi 187 pasien pada Desember tahun lalu.
Bahkan, hari Senin 13 Januari 2025, RSU 'Aisyiyah Ponorogo terdapat 34 pasien yang menjalani perawatan.
"Pasien terbagi DHF (dengue hemorrhagic fever) dan DF (dengue fever), gejalanya demam tapi tidak ada pendarahan,’’ terang Moh. Arbain, Humas RSU 'Aisyiyah.
Lonjakan pasien akibat gigitan nyamuk aedes aegypti juga terjadi di RSU Muhammadiyah (RSUM) Ponorogo.
Dari 79 pasien di November meningkat 157 pasien pada Desember. Hingga pekan kedua Januari tercatat 40 pasien.
"Hari ini (Senin 13 Januari 2025) masih ada 15 pasien yang dirawat, dan 25 pasien sudah pulang bulan ini,’’ terang Wasis Humas RSUM Ponorogo.
Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Anik Setiyarini angkat bicara soal perbedaan data pasien di rumah sakit dengan data kasus DBD.
Menurutnya tak seluruh pasien yang dirawat di RS masuk klasifikasi data kasus penyakit yang ditularkan melalui nyamuk itu.
Pihaknya memastikan pasien yang hanya berstatus suspect atau mengalami gejala demam berdarah dengue tidak masuk data temuan kasus miik dinkes.
"Kriteria kami harus benar-benar kasus DBD, kalau gejala tidak kami masukkan data Dinkes,’’ jelas Anik.
Anik menambahkan, penanganan sama diberikan untuk pasien suspect maupun positif demam berdarah dengue.
Terkecuali, pasien yang telah menunjukkan tingkat keparahan wajib mendapat perawatan intensif.
Adapun data kasus positif DBD hingga pekan kedua bulan Januari 2025 mencapai 21 kasus.
"Lebih tinggi dibanding Januari 2024,’’ ungkapnya. (gen/kid)
PASIEN SUSPECT DAN POSITIF DBD DI PONOROGO
RSU Muhammadiyah
November 2024 : 79 pasien
Desember 2024 : 157 pasien
Per 13 Januari 2025 :
RSU ‘Aisyiyah
November 2024 : 72 pasien
Desember 2024 : 187 pasien
Per 13 Januari 2025 : 34 pasien
RSU Muslimat
November 2024 : 47 pasien
Desember 2024 : 107 pasien
Per 13 Januari 2025 : 20 pasien
Data Dinkes Ponorogo
Desember 2024 : 45 kasus
Per 13 Januari 2025 : 21 kasus
Editor : Budhi Prasetya