Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

DPRD Ponorogo Desak Dinkes Percepat Penanggulangan Demam Berdarah, Kang Wi : Sering Kami Sampaikan

Sugeng Dwi N. • Rabu, 15 Januari 2025 | 22:30 WIB

ASAP TEBAL : Petugas fogging kembali beraksi seiring merebaknya kasus demam berdarah di Ponorogo awal tahun 2025.   
ASAP TEBAL : Petugas fogging kembali beraksi seiring merebaknya kasus demam berdarah di Ponorogo awal tahun 2025.   
 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Nyamuk aedes aegypti berulah, warga Kabupaten Ponorogo dibuat resah. 

DPRD Ponorogo juga ikut-ikutan gerah terkait merebaknya temuan penyakit demam berdarah dengwu (DBD) tersebut. 

Pihak legislatif mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo untuk segera melakukan percepatan penanggulangan wabah DBD.

Baca Juga: Mengaku Ditarik Biaya Tambahan Program PTSL, Warga Demo Tuntut Pencopotan Kasun, Terindikasi Pungli ?  

Padahal, para wakil rakyat sudah mengingatkan perihal perlunya langkah antisipasi penyakit pascabanjir di Kabupaten Ponorogo menjelang akhir tahun 2024 lalu.

Kala itu, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno sudah mengeluarkan warning antisipasi penyakit DBD saat penanganan banjir lalu.

Faktanya, saat ini ratusan warga harus dirawat di rumah sakit lantaran terindikasi terjangkit demam berdarah.

Baca Juga: 451 Pasien Dirawat di Tiga RSU hingga Akhir Desember 2024, Dinkes Ponorogo Hanya Catat 45 Kasus, Begini Penjelasannya

"Sering kami sampaikan selain menanggulangi banjir, juga patut diwaspadai dan antisipasi untuk penyakit DBD,’’ tegas Kang Wi, sapaan Dwi Agus.

Kang Wi berharap Dinkes Kabupaten Ponorogo segera mengabil langkah strategis untuk menangani wabah penyakit akibat gigitan nyamuk itu.

Tak sekadar hanya mencatat temuan kasus saja, namun harus aktif turun sosialisasi dan edukasi ke desa-desa.

Baca Juga: Perda PKL Resmi Disahkan, Ketua DPRD Ponorogo : Ini untuk Mengatur Bukan untuk Menggusur 

Terutama di wilayah yang telah terpetakan menjadi daerah endemi nyamuk aedes aegypti. Minimal, menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berkelanjutan.

"Atau fogging ini juga bisa dimaksimalkan lagi, sebagai penanggulangan warga terserang DBD, tentu upaya utama PSN tetap dilakukan,’’ jelasnya.

Dirinya juga mengklaim telah menginstruksikan kepada seluruh anggota DPRD untuk turut melakukan edukasi PSN ke warga di dapil masing-masing.

Di sisi lain, legislatif mengapresiasi langkah sigap yang telah dilakukan pihak rumah sakit.

Baca Juga: Campus Expo Ponorogo 2025 Dipadati Ribuan Siswa, Ada Puluhan Kampus Negeri hingga Swasta

Cepatnya penanganan intensif pasien demam berdarah meminimalisir adanya korban jiwa. Buktinya, hingga kini nihil laporan kematian pasien DBD.

"Penanganan rumah sakit bagus, ada gejala DBD seperti penurunan trombosit langsung ditangani sesuai prosedur,’’ ujarnya.  (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#dprd #nyamuk #demam berdarah #kabupaten ponorogo #aedes aegypti