PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Stadion Batoro Katong resmi menjadi tuan rumah grup HH babak 32 besar Liga 4 Jatim.
Itu setelah PSSI Jatim mengabulkan usulan menjadikan Stadion Batoro Katong Ponorogo jadi venue babak 32 besar Liga 4 Jatim.
Hal ini selayaknya jadi perhatian pihak pelaksana pertandingat. Menngigat kondisi lapangan saat hujan deras sempat jadi pergunjungan tim yang berada di Grup P beberapa waktu lalu.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berjanji kondisi rumput berlumpur tak akan terulang pada babak 32 besar liga 4 Jatim mendatang.
Pihaknya memastikan Stadion Batoro Katong tak menjadi salah satu faktor yang bisa jadi batu sandungan seluruh tim grup HH bersama Persepon.
Selain menjaga citra kabupaten ini, buruknya persiapan stadion bakal mencoreng martabat Ponorogo Hebat yang dirintisnya.
"Sisa waktu ini, kami perbaiki dan optimis cukup untuk menyiapkan kembali rumput dan fasilitas umum,’’ janji Kang Giri, sapaan bupati.
Evaluasi dari fase penyisihan grup di Stadion Batoro Katong lalu sistem drainase stadion tak berjalan maksimal.
Ditambah guyuran hujan dengan intensitas tinggi memperparah kubangan di rumput baru yang didatangkan dengan anggaran Rp 678 juta tahun lalu.
Kang Giri memastikan, hal itu tak terulang pada babak 32 besar kick off 20 Januari mendatang.
"Kali ini akan kami perbaiki, dan kami siapkan untuk menjadi tuan rumah lagi. Secara kualitas rumput, ukuran lapangan dan lainnya kami pastikan sudah layak,’’ tegasnya.
Bermain di kandang sendiri menjadi modal penting bagi Persepon Ponorogo mengulang rekor tak terkalahkan pada fase penyisihan grup lalu.
Persepon bakal menjamu Kresna Unesa (Surabaya), Ngawi FC, serta AC Majapahit (Mojokerto) di Grup HH.
Selain kondisi lapangan, PSSI turut mensyaratkan fasilitas penunjang yang wajib disiapkan, seperti pengamanan kesebelasan, hingga transportasi pemain. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya