Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Proyek Dua Sodetan Sekelik untuk Penanganan Banjir Ronowijayan Butuh Duit Rp 4,4 Miliar 

Sugeng Dwi N. • Jumat, 17 Januari 2025 | 23:45 WIB

NORMALISASI: Bupati dan Ketua DPRD Ponorogo meninjau sejumlah titik saluran irigasi di sekitaran Jalan Letjen Suprapto. DPUPKP menjadwalkan pembangunan sodetan Sungai Setelik akhir Januari 2025.
NORMALISASI: Bupati dan Ketua DPRD Ponorogo meninjau sejumlah titik saluran irigasi di sekitaran Jalan Letjen Suprapto. DPUPKP menjadwalkan pembangunan sodetan Sungai Setelik akhir Januari 2025.
 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Permasalahan banjir yang kerap dirasakan warga di Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, harus segera diselesaikan.

Maklum, warga yang tinggal di selatan kampus IAIN Ponorogo itu selalu terdampak banjir saat musim hujan sejak akhir tahun 2024 lalu.

Proyek sodetan Sungai Sekelik yang direncanakan pemkab harus segera direalisasikan sebelum memasuki puncak musim hujan tahun ini.

Baca Juga: Pemkab Ponorogo Identifikasi Biang Penyempitan Saluran Air Penyebab Banjir, DPUPR Berencana Pindah Titik Sodetan

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo diketahui tengah berupaya keras merencanakan pekerjaan yang diyakini jadi solusi problem banjir di kawasan tersebut.

Kepala DPUPKP Ponorogo Jamus Kunto menyebut jika proyek sodetan Sungai sekelik itu harus rampung sebelum musim hujan berakhir.

Target yang dipatoknya itu bukan tanpa alasan. Ia mengatakan, membangun konsep penanganan banjir, pihaknya perlu memeriksa langsung efektivitas sodetan yang dibangun.

Baca Juga: Perbaikan Tanggul Jebol Butuh Rp 8 Miliar, DPR RI dan DPRD Jatim Desak Pemkab Ponorogo Cari Solusi Penanganan Banjir

"Kalau sudah kemarau tidak bisa dicek, apakah berhasil tidaknya. Jadi kami targetkan akhir bulan ini sudah mulai pekerjaan fisik,’’ kata Jamus.

Pembangunan sodetan tersebut butuh anggaran sebesar Rp 4,4 miliar. Kebutuhan berdasarkan perencanaan yang telah tuntas dilakukan DPUPKP Ponorogo.

Adapun alokasi anggaran bersumber dari belanja tidak terduga (BTT). Pihaknya telah menyerahkan usulan tersebut ke meja bupati.

Baca Juga: Warga Akhirnya Laporkan Dugaan Pungli Program PTSL Kasun Kroyo ke Kejari Ponorogo, Segini Kerugian Korban

"Tinggal persetujuan, nanti kami koordinasikan ke BPPKAD proses selanjutnya,’’ jelasnya.

Sesuai perencanaan yang telah dibuat, proyek sodetan itu terdiri dari berbagai item pekerjan.

Mulai konstruksi Dam Tambak Kemangi, normalisasi Sungai Setelik (Tambak Kemangi-Unmuh), dan Sungai Afur Ngembak (selatan Unmuh).

Hingga pekerjaan sodetan dari sungai setelik ke barat Jalan Letjend Suprapto dan Jalan Menur.

"Jadi sodetan ada dua, dari titik luapan itu menyeberang ke irigasi barat,’’ terangnya.

Baca Juga: Stadion Batoro Katong Jadi Venue Grup HH Babak 32 Besar Liga 4 Jatim, Bupati Sugiri Jamin Kualitas Rumput Lapangan  

Jamus optimis sodetan efektif untuk solusi pengentasan banjir menahun di kawasan tersebut.

Apalagi, air dari hulu Sungai Setelik bakal terbagi dalam tiga jalur, yakni irigasi lama, serta dua saluran baru (sodetan).

Ditambah normalisasi Dam Tambak Kemangi menambah daya tampung air sehingga mengurangi antrean air dari lokasi punjer banjir.

"Termasuk di timur pasar Pon itu juga ada bendungan tidak terpakai, nanti akan kami bongkar agar tidak menggenang di jalan,’’ tambahnya. (gen/kid) 

Editor : Budhi Prasetya
#proyek #DPUPKP #banjir #Sodetan #ponorogo