PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan bencana alam melanda Ponorogo 2024 lalu.
BPBD setempat mencatat, 347 kejadian dilaporkan setahun lalu. Terdiri dari tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga bencana lainnya.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengungkapkan, laporan didominasi bencana hidrometeorologi basah dan kering.
Tanah longsor misalnya, sebanyak 110 kejadian.
Baca Juga: Hore! Pemkab Madiun Siapkan Beasiswa Kuliah Rp 1 Miliar untuk Mahasiswa, Simak Ketentuannya
Terbanyak terjadi di Kecamatan Pulung dengan 37 longsor. Disusul Kecamatan Sawoo 17 kejadian, serta Kecamatan Ngrayun 14 kejadian.
Bencana terjadi merata di 21 kecamatan di kabupaten ini.
‘’Kecamatan Ngebel juga cukup banyak, sepuluh laporan longsor,’’ kata Masun.
Selain longsor, banjir juga menjadi bencana musiman di Bumi Reog.
Total 89 laporan diterima tersebar di 14 kecamatan.
Seperti Kecamatan Ponorogo (Kota), Balong, Sampung, dan Kecamatan Jatis.
Selain dipicu kondisi saluran irigasi, tingginya curah hujan meningkatkan jumlah laporan bencana.
‘’Sejumlah tanggul jebol juga menjadi pemicu banjir di Ponorogo, selain karena faktor cuaca yang cukup ekstrem akhir tahun lalu,’’ jelasnya.
Baca Juga: Tiga Weton yang Punya Wibawa Pemimpin Hebat, Kamu Punya Ciri-Ciri di Bawah Ini?
Rangkaian upaya dilakukan mengatasi masalah bencana musiman tersebut.
Mulai pencegahan, sosialisasi dan kesiapsiagaan, hingga penanganan kedaruratan serta rehabilitasi pasca bencana.
Termasuk mengajukan anggaran perbaikan ke provinsi dan pusat membantu perbaikan infrastruktur pasca banjir.
‘’Untuk penanggulangan bencana kami gandeng unsur pentahelix (multi unsur) termasuk para relawan yang sigap membantu 24 jam,’’ ujarnya. (gen/kid)
Bencana Ponorogo 2024
110 kejadian tanah longsor
89 kejadian banjir
67 kejadian cuaca ekstrem
36 kejadian kebakaran
35 kejadian kekeringan
10 kejadian lain
347 total kejadian
(Sumber: BPBD Ponorogo)
Editor : Mizan Ahsani