PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak adanya aktivitas perdagangan di sejumlah pasar hewan agaknya bakal berlangsung lebih lama.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) setempat mengaku masih menerima laporan terkait sapi ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
Alhasil, penutupan sementara pasar hewan di Ponorogo pun bakal diperpanjang. Itu bagian dari upaya penanggulangan meluasnya wabah PMK.
Baca Juga: Bupati Ponorogo Mengaku Juga Terganggu Nyamuk, Instruksikan Dinkes untuk Masih Tangani DBD
Kepala Dispertahankan Ponorogo Supriyanto mengungkapkan, saban hari laporan kasus masih diterima pihaknya.
Hingga Senin 20 Januari 2025, tak kurang dari 500 ekor sapi dilaporkan terjangkit PMK.
"Walaupun ada juga yang sembuh, tapi kami tidak ingin mengambil risiko,’’ kata Supriyanto.
Baca Juga: Kubur Sembilan Ekor Sapi dan Empat Kambing Gegara PMK, Warga Patungan Sewa Alat Berat, Rugi Dong !
Supriyanto menambahkan, penutupan pasar hewan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Pertanian.
SE Menteri Pertanian tertanggal 3 Januari 2025 itu terkait kewaspadaan dini peningkatan kasus penyakit hewan menular strategis (PHMS).
Dirinya berencana menambah masa penutupan pasar hewan di Ponorogo selama 14 hari ke depan.
Baca Juga: Disperdakum Ponorogo Akhirnya Tutup Sementara Pasar Hewan Jetis Imbas 346 Kasus PMK
"Kami sedang berkoordinasi dengan dinas terkait penutupan ini, untuk segera membuat surat edaran,’’ jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan mengungkapkan, penutupan pasar hewan menyesuaikan kondisi penyebaran wabah PMK.
Pihaknya siap menindaklanjuti perpanjangan masa penutupan pasar hewan. Saat ini, Disperdakum menanti surat tembusan dari Dispertahankan.
"Kalau memang saat ini di Ponorogo belum memungkinkan, penutupan pasar akan kita perpanjang sampai betul-betul aman dari PMK,’’ tegas Ringga.
Baca Juga: Warga Ponorogo Terkepung! Setahun 347 Bencana Menerjang
Ringga tak memungkiri, ekonomi peternak di Ponorogo terdampak akibat kembali merebaknya penyakit mulut dan kuku jilid dua ini.
Sejumlah peternak dan pedagang ngeyel tetap datang ke pasar hewan meskipun sedang dilakukan penutupan sementara.
"Pasar hewan sudah kita tutup dan tidak ada yang buka. Kenyataannya pedagang ada yang jualan di pinggir jalan, dan itu bukan di dalam pasar,’’ ujarnya.
Namun Ringga memastikan jika penutupan tersebut tidak sampai menimbulkan gejolak. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya