PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sebaran wabah penyakit mulut dan kuku di zona hijau coba ditangkal.
Vaksin pencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai didistribusikan ke wilayah yang masuk dalam zona hijau di Kabupaten Ponorogo.
Itu setelah pihak dinas pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan (dispertahankan) setempat menerima bantuan 3.500 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat.
Kepala Dispertahankan Ponorogo Supriyanto mengungkapkan, penyuntikan vaksin dimulai sepekan terakhir.
Sasaran vaksinasi adalah wilayah yang minim temuan kasus PMK, alias kawasan zona hijau.
Seperti Kecamatan Pulung, Pudak, Sooko, Ngebel, Balong serta beberapa daerah lain yang minim penyebaran kasus.
Baca Juga: Virus PMK Masih Menebar Teror, Penutupan Pasar Hewan di Ponorogo Bakal Diperpanjang Dua Minggu
"Yang sakit tentu tidak bisa divaksin, jadi kami prioritaskan mencegah sapi sehat terjangkit,’’ ucapnya.
Supriyanto menambahkan, program vaksinasi penyakit mulut dan kuku itu ditarget selesai akhir bulan Januari 2025.
"Setiap hari kami menginstruksikan dokter hewan untuk turun, melakukan vaksinasi,’’ ungkapnya.
Pihaknya berharap pemerintah pusat kembali menggelontorkan bantuan vaksin PMK ke daerah sebelum program vaksinasi selesai.
Menurut hitungannya, pihaknya masih memerlukannya untuk melakukan vaksinasi 68 ribu sapi pedaging di Ponorogo.
Menurut catatan Dispertahankan Ponorogo, jumlah temuan penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak saat ini mencapai 500 kasus.
Sebagian di antaranya dilaporkan mati maupun dipotong paksa. Sekitar 167 sapi dipastikan lolos dari maut.
Hewan ternak milik warga itu dilaporkan kembali sehat usai mendapat perawatan intensif dengan bantuan mantri hewan setempat.
"Tingkat kesembuhannya sekitar 30 persen, semoga terus meningkat,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya