Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tanggul Anak Sungai Bengawan Solo Jebol, Lahan Pertanian di Kecamatan Balong Terendam

Sugeng Dwi N. • Kamis, 23 Januari 2025 | 17:30 WIB
TERGENANG: Anak sungai Bengawan Solo meluap, lahan pertanian di Desa Purworejo, Balong, Ponorogo dan sekitarnya terendam air banjir, Kamis 22 Januari 2025. 
TERGENANG: Anak sungai Bengawan Solo meluap, lahan pertanian di Desa Purworejo, Balong, Ponorogo dan sekitarnya terendam air banjir, Kamis 22 Januari 2025. 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Hujan deras yang mengguyur membuat petani di Kecamatan Balong merugi. 

Pasalnya, tingginya curah hujan membuat debit anak sungai Bengawan Solo meningkat. Hal itu membuat tanggul jebol hari Rabu 22 Januari 2025 kemarin. 

Alhasil, luapan air anak sungai Bengawan Solo itu merendam lahan pertanian milik warga. Seperti yang dialami petani di Desa Purworejo, Balong, Ponorogo.

Baca Juga: Bengawan Solo Meluap Ngawi Tergenang, Ketinggian Air Sedada Orang Dewasa, Warga Sebut Banjir Kali Ini Terparah  

Supartun, salah seorang petani, mengatakan sawah miliknya tergenang air hingga menyerupai sungai.

Dia hanya bisa pasrah menyaksikan padi yang ditanam sebulan belakangan terendam banjir. Total empat hektare lahannya terancam gagal panen.

"Ada empat kotak sawah yang kebanjiran. Baru dikasih pupuk juga, rugi tenagarugi uang,’’ kata Supartun.

Baca Juga: Bupati Ponorogo Serahkan Ribuan Paket Bantuan Banjir, Sugiri : Bencana Bukan Kemauan Kita, Jangan Salahkan Siapapun  

Kepala Desa Purworejo Didik Subagyo mengungkapkan, banjir dipicu hujan deras dan tanggul anak sungai Bengawan Solo jebol sekitar pukul 04.00 WIB.

Air meluber dari tanggul jebol dengan dimensi sepuluh meter. Pihaknya mencatat sedikitnya 30 hektare lahan sawah terdampak.

"Kalau ditotal dengan desa lain di Kecamatan Balong seperti Desa Tatung, Sedarat dan lainnyayasekitar 200 hektare,’’ lanjutnya.

Kerugian ratusan juta di depan mata. Didik berasumsi biaya tanam per kotak mencapai Rp 1 juta. Sedangkan satu hektar sawah sama dengan tujuh kotak.

Pihaknya bakal melaporkan jebolnya tanggul ke pihak terkait. Pun, berharap bantuan perbaikan.

"Satu kotak membutuhkan biaya tanam sekitar Rp 1 juta, tinggal dikalikan saja, kerugiannya bisa ratusan juta rupiah,’’ ungkapnya. (gen/kid)

 
 
Editor : Budhi Prasetya
#Bengawan Solo #banjir #ponorogo #tanggul #gagal panen