Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Katering Sate Gule Bikin Warga Dua Desa di Ponorogo Ambruk, Satu Meninggal, Polisi Ambil Sampel Makanan

Sugeng Dwi N. • Senin, 3 Februari 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi foto : Warga dua desa di Kecamatan Sawoo dan Bungkal diduga keracunan usai menyantap sate gule di acara hajatan. Polisi lakukan penyelidikan.
Ilustrasi foto : Warga dua desa di Kecamatan Sawoo dan Bungkal diduga keracunan usai menyantap sate gule di acara hajatan. Polisi lakukan penyelidikan.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bagi warga, sate gule adalah makanan yang sudah akrab dikenal sejak dulu.

Era tahun 90-an, banyak warung makan penjual sate gule di Ponorogo. Namun kini jumlahnya mulai berkurang.

Namun siapa sangka, makanan tersebut justru diduga menjadi biang keracunan masal warga di dua desa.

Pihak kepolisian setempat melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan salah satu usaha katering sate gule di Kelurahan Keniten, Ponorogo.

Itu setelah dua warga di dua desa beda kecamatan diduga keracunan usai menyantap sate gule dari katering tersebut.

Bahkan, salah seorang warga dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun, 46 warga Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, harus menjalani perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) setempat.

Puluhan warga tersebut mengeluh sakit perut, muntah dan diare usai menyantap hidangan sate gule saat menghadiri acara kenduri di kediaman Miswaji, warga setempat, malam sebelummnya.

Miskun, satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia hari Sabtu 1 Februari 2025 pagi saat dirawat di RS Yasyfin Darussalam Gontor.

Peristiwa yang dialami warga Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudy Hidajanto.

"Sementara 46 sakit, satu meninggal dunia setelah santap makanan yang sama,’’ ucapnya.

Ternyata, insiden sate gule itu juga dialami warga Desa Belang, Kecamatan Bungkal. Total 21 warga setempat mengalami keluhan serupa di waktu yang sama.

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui jika sate gule untuk hidangan hajatan warga setempat disuplai oleh katering yang sama, asal Kelurahan Keniten, Ponorogo.

"Keterangan dan sampel kami ambil, termasuk ke tempat pengolahan makanannya,’’ jelasnya.

Polisi bergerak cepat mengusut tuntas kasus dugaan keracunan massal warga di dua desa tersebut. Rudy mengku pihaknya mengamankan sampel makanan sate gule dari dua lokasi.

Sampel diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Ponorogo.  Hasilnya bakal diungkap ke publik dalam waktu dekat.

"Sampel memastikan adanya temuan racun dan bahan berbahaya,” ujarnya.

"Kami juga telah mengambil keterangan dari warga yang menderita dugaan keracunan, pihak katering, dan puskesmas,’’ terang Rudy.

Miswaji pemilik acara hajatan mengatakan bahwa dirinya mengundang sedikitnya 90 warga dalam acara dzikir fida di rumahnya.

Dirinya mengungkapkan jika mengantar kambing untuk diolah menjadi menu sate gule di katering yang ditunjuknya sebagai suguhan tamu undangan.

Dia tidak menyangka, mayoritas warga yang diundangnya itu mengalami gejala keracunan hingga harus menjalani perawatan medis.

“Saya juga mual-mual setelah makan sate gule. Keluarga tidak masak sama sekali, akhirnya makan menu yang sama,’’ ujarnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#sate gule #keracunan #hajatan #warga #ponorogo