PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa warga di dua desa terus dilakukan pihak kepolisian.
Satreskrim Polres Ponorogo mengumpulkan keterangan dari 41 orang saksi hari Senin 3 Februari 2025.
Tak terkecuali pemilik katering asal Kelurahan Keniten, Ponorogo, yang diketahui menyuplai sate gule dalam hajatan dua desa di Kecamatan Sawoo dan Bungkal.
Diketahui, warga Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo serta santri pondok pesantren (ponpes) di Desa Belang, Kecamatan Bungkal, mengalami gejala mirip keracunan.
Itu setelah mereka menyantap sate gule yang jadi menu hidangan hajatan. Puluhan warga dua desa itu bahkan harus menjalani perawatan medis, satu orang meninggal dunia.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengungkapkan, sejumlah korban dugaan keracunan itu mulai membaik dua hari belakangan.
Dari puluhan warga, kini tersisa tujuh pasien dirawat di rumah sakit dan klinik kesehatan.
Mereka mengeluh mual dan pusing usai konsumsi sate gule yang diolah salah satu usaha katering.
"Korban sudah kami mintai keterangan, termasuk pihak katering juga,’’ kata Wisnu.
Wisnu menambahkan, pihak katering mengaku tidak mengetahui penyebab insiden yang dialami warga di dua desa tersebut.
Kapolres Ponorogo mengungkapkan jika pemilik katering mengaku menggunakan bumbu-bumbu sama dan berkualitas seperti biasanya.
Pengelola usaha makanan itu baru sekali ini mengalami peristiwa dugaan keracunan massal sepanjang menjalanan bisnisnya selama 22 tahun terakhir.
"Pemilik usaha juga mengaku kaget dengan kejadian ini,’’ ungkapnya.
Saat ini, kepolisian menantikan hasil laboratorium sampel makanan yang diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Ponorogo.
Hasil uji lab tersebut bakal menjadi dasar tindak lanjut dugaan kasus keracunan massal tersebut.
"Selesai uji lab-nya kami belum tahu. Apakah minggu ini atau minggu depan, ditunggu saja,’’ ujarnya.
Di tempat terpisah, Elsa Fitria, salah seorang korban dugaan keracunan, mengatakan bahwa empat hari terakhir hanya bisa terbaring di RSU 'Aisyiyah Ponorogo.
Dirinya harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami demam, pusing, mual dan diare.
Warga Desa Belang, Bungkal itu mengaku mengkonsumsi sate yang dibawa ibunya usai bekerja di pondok pesantren di desanya.
"Semua yang makan kena (sakit, Red), bapak, ibu, keponakan dan saya,’’ kata Elsa.
Diberitakan sebelumnya, satu orang meninggal dunia dan sebanyak 46 warga Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, diduga keracunan makanan.
Kejadian serupa juga menimpa 21 santri dan pengurus pondok di Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo.
Warga dua desa itu diketahui menyantap sate gule dari pengelola usaha yang sama pada hari Kamis 30 Januari 2025. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya