Jawa Pos Radar Madiun – Audisi Festival Dai Cilik 2025 kini menyambangi Kabupaten Ponorogo. Puluhan peserta dari berbagai daerah antusias mengikuti ajang pencarian bakat ini, yang digelar pada Minggu, 10 Februari 2025.
Acara ini menjadi ajang bagi anak-anak berbakat dalam bidang dakwah untuk menunjukkan kemampuan berceramah dengan tema keislaman.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, M. Nurul Huda, menyampaikan harapannya agar Festival Dai Cilik dapat menjadi wadah bagi generasi muda dalam menyiarkan nilai-nilai Islam secara kreatif dan inspiratif.
Pesan Kepala Kemenag Ponorogo: Dai Cilik Harus Jadi Inspirasi
Dalam sambutannya, M. Nurul Huda menekankan pentingnya peran dai cilik dalam menyebarkan dakwah sejak dini.
Ia berharap ajang ini dapat melahirkan generasi pendakwah muda yang mampu membawa pesan kebaikan dengan cara yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.
"Anak-anak yang ikut audisi ini adalah calon dai masa depan. Kami berharap mereka dapat terus mengasah kemampuan berceramah agar dapat menyampaikan pesan agama dengan baik dan menarik," ujar M. Nurul Huda.
Proses Audisi dan Kriteria Penilaian
Setiap peserta mendapatkan kesempatan tampil selama 3–5 menit dengan tema yang telah ditentukan, seperti adab terhadap orang tua, keutamaan berpuasa, hingga menjadi muslim yang berilmu.
Dewan juri berasal dari Kemenag Ponorogo, profesional, dan perwakilan dari media.
Kriteria penilaian dalam audisi ini meliputi:
Kedisiplinan dalam menyampaikan ceramah
Kejelasan dan penguasaan materi
Public speaking dan ekspresi
Kepercayaan diri dan interaksi dengan audiens
Dari seleksi ini, akan dipilih lima dai cilik terbaik yang akan melaju ke babak Grand Final Festival Dai Cilik 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Februari 2025 di Plaza Madiun.
Ajang ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan orang tua.
Mereka berharap anak-anaknya bisa mendapat pengalaman berharga dalam menyampaikan ceramah di depan publik.
Festival Dai Cilik 2025 bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang pembinaan bagi anak-anak yang ingin mendalami ilmu agama dan menyebarkan dakwah dengan cara yang lebih modern dan inspiratif. (*)
Editor : Mizan Ahsani