PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kecil kecil cabai rawit, pribahasa ini agaknya layak disematkan ke puluhan peserta Festival Dai Cilik 2025 di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo.
Meski masih berusia belia, mereka piawai adu skill ceramah dihadapan kamera.
Di nilai tiga dewan juri, dai muda itu mengikui seleksi Festival Dai Cilik yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Madiun.
Audisi Festival Dai Cilik 2025 estafet digelar dibeberapa daerah, usai Kabupaten Ngawi, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, serta Magetan, Rabu (12/2) giliran Ponorogo disinggahi penjaringan bakat itu.
Sebanyak 32 peserta hadir adu skill dakwah itu, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga peserta sekolah dasar (SD).
‘’Mayoritas peserta dari MI, tapi ada juga dua yang dari sekolah dasar ini tentu antusiasme yang bagus dari teman-teman dai cilik Ponorogo,’’ ujar Koordinator Festival Dai Cilik Madiun Dewanti Septianingrum.
Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Ponorogo M Nurul Huda menambahkan mengapresiasi kegiatan dai cilik tersebut.
Selain jadi ajang pencarian dai muda di Ponorogo, event tersebut turut menjebatani siswa-siswi Ponorogo presentasikan kepiawaian mereka.
Pun, bertemu teman-teman hebat demi menghasilkan generasi hebat Ponorogo.
‘’Semua peserta adalah anak hebat, anak yang mampu tunjukan siapa dirimu, menunjukan kepiawaian yang kalian miliki,’’ jabarnya.
Salah seorang peserta Dai Cilik Fellinsa Budi Prasetya Putri menambahkan sengaja ikut lomba tersebut.
Selain tertantang, siswi MIN 1 Ponorogo itu berharap mampu menunjukan bakatnya dalam berdakwah. Berlatih tiga hari terakhir, dia berharap mampu lolos seleksi pun ikut ke tahap selanjutnya.
‘’Senang, tidak grogi karena sudah beberapa kali ikut juga,’’ ujar siswi kelas V itu.
Membawa tema berbakti kedua orang tua dan guru, Fellinsa berharap pesan dakwah yang disampaikannya mampu tersalurkan ke generasi muda.
Apalagi saat ini perkembangan teknologi informasi membuat generasi muda mudah teracuni ilmu negatif.
‘’Anak-anak harus berbakti ke orang tua, makanya angkat tema itu,’’ tambahnya.
Dyah Laili, salah seorang pengajar turut mengapresiasi gelaran festival tersebut. Menjadi jembatan peserta didik menyalurkan bakat yang selama ini dilatih mereka.
Seperti di MIN 6 Ponorogo yang miliki kegiatan ekstra kurikuler pidato tiga bahasa yakni arab, inggris, serta indonesia. ‘’Kami mengirimkan tiga anak ikut lomba ini, semoga bisa lolos semua,’’ pungkasnya. (gen)
Editor : Mizan Ahsani