PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas jual beli hewan ternak di pasar hewan kembali menggeliat.
Sebelumnya, pasar hewan di Ponorogo harus ditutup total selama sekitar 45 hari lantaran merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) awal bulan Januari lalu.
Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) setempat mulai membuka operasional pasar hewan sejak hari Senin 17 Februari 2025.
Kebijakan tersebut diambil lantaran informasi terkait perkembangan wabah penyakit mulut dan kuku di Ponorogo mulai berkurang.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pengelolaan Pasar Disperdakum Ponorogo Okta Herriyadi.
Ia mengatakan, pembukaan kembali pasar hewan menindaklanjuti rekomendasi dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) setempat.
Hasil rekomendasi diketahui tren kasus baru PMK melandai. Pun, vaksinasi masif saat ini tengah gencar dilakukan Dispertahankan setempat.
"Pasar hewan sudah kami buka kembali, pertimbangannya PMK sudah mereda dan pedagang juga ingin segera pasarnya dibuka,’’ kata Okta.
Kendati dibuka kembali, aktivitas perekonomian bidang peternakan tersebut belum sepenuhnya pulih.
Seperti yang terlihat di Pasar Hewan Jetis hari Rabu 19 Februari 2025. Aktivitas jual beli yang biasa ramai saat hari pasaran pahing tergolong sepi.
Dari 500 kapasitas yang disediakan, nampak hanya ada sekitar 20 hewan ternak yang diperjualbelikan.
Pihaknya mengakui jumlah pengunjung kurang dari lima persen tersebut imbas minimnya sosialisasi ke pedagang.
"Kami buka seperti biasa, yang datang kurang dari lima persen,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya