Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tertimpa Batu 'Segede Gaban', Rumah Narto Rata Tanah, BPBD Datangkan PVMBG untuk Lakukan Kajian

Sugeng Dwi N. • Senin, 24 Februari 2025 | 20:30 WIB
BENCANA: Rumah Narto rata dengan tanah setelah tertimpa batu raksasa seukuran tempat tinggalnya Sabtu 22 Februari 2025 sore.
BENCANA: Rumah Narto rata dengan tanah setelah tertimpa batu raksasa seukuran tempat tinggalnya Sabtu 22 Februari 2025 sore.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib nahas dialami Narto. Warga Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung itu jadi korban bencana.

Rumahnya di wilayah pinggiran Ponorogo itu hancur rata tanah setelah tertimpa batu berukuran besar pada hari Sabtu 22 Februari 2025 sore.

Ia tidak menyangka jika batu seukuran rumah yang berada di ketinggian sekitar 50 meter itu jatuh menimpa rumahnya.

Saat kejadian, kondisi cuaca di sekitar tempat tinggal Narto tengah diguyur hujan deras.

Ia yang tinggal sendirian terlihat tengah duduk santai di teras rumahnya. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari tebing di belakang rumahnya.

Mendengar suara menakutkan itu, Narto langsung lari kencang menuju tepi jalan depan rumahnya. Tak berselang lama, batu ukuran jumbo itu menimpa rumahnya.

"Saya waktu itu ada di teras rumah sisi kirinya batu, langsung lari ke jalan depan," kata Narto.

Rumah yang ditinggali Narto rusak total. Peralatan dapur serta barang dagangan toko kelontong miliknya hancur. Termasuk sepeda motor yang saat kejadian ada di dalam rumah.

"Tidak ada korban jiwa, karena tinggal sendiri tapi banyak perabotan dapur, kulkas, motor sampai dagangan rusak semua,’’ terang pria 40 tahun itu.

BPBD Ponorogo yang menerima laporan tersebut melakukan evakuasi batu itu satu hari setelah kejadian menggunakan peralatan seadanya.

Kalaksa BPBD Masun menuturkan pihaknya bakal mengundang tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait bencana di wilayah itu.

Hal itu untuk memastikan kondisi bukit serta potensi bencana susulan. Ia mengungkapkan jika hasil identifikasi sementara, kondisi bukit dinilai labil.

"Kami akan undang PVMBG untuk melakukan kajian karena di sekitarnya masih ada rumah warga lain,’’ jelas Masun.

Masun menaksir kajian oleh PVMBG paling cepat dimulai pekan depan. Sementara waktu, dia mengimbau warga waspada terhadap ancaman longsor susulan.

Pihaknya juga meminta warga setempat mengungsi jika kondisi hujan deras kembali mengguyur wilayah itu.

"Kami tidak bisa memprediksi arah luncuran batunya, butuh tim dari PVMBG untuk menganalisa apakah butuh relokasi atau tidak," ungkapnya.(gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#batu #longsor #bencana #PVMBG #ponorogo