PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Batu raksasa yang menghancurkan rumah Narto saat terjadi longsor di Desa Ngilo-ilo, Slahung mulai dievakuasi.
BPBD Ponorogo harus menggunakan alat berat untuk mengevakuasi batu "segede gaban" yang masih berdiri kokoh di lahan bekas rumah narto.
Ekskavator dengan perlengkapan drill sengaja didatangkan ke lokasi untuk memecah batu berukuran jumbo yang menggelinding akibat longsor longsor itu.
Baca Juga: Tertimpa Batu 'Segede Gaban', Rumah Narto Rata Tanah, BPBD Datangkan PVMBG untuk Lakukan Kajian
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetya mengatakan, proses pemecahan batu raksasa itu dimulai Minggu 23 Februari 2025 sore.
Alat berat tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Progres hari pertama evakuasi, 50 persen bongkahan batu berhasil dibelah menjadi beberapa bagian kecil.
"Tapi saat mau dilanjutkan sore hari itu kembali hujan, jadi terpaksa pekerjaan dihentikan karena berisiko,’’ kata Agung.
Baca Juga: Tradisi Jamasan Tumpak Landep, Puluhan Pusaka Dibasuh dengan Air Tujuh Mata Air Bertuah di Ponorogo
Evakuasi dilanjutkan hari berikutnya. Pecahan batu seukuran rumah tersebut diperkirakan mencapai dua truk.
Rencananya, material batu itu digunakan untuk bahan membangun fondasi rumah Narto.
Pemdes setempat berencana mengerahkan warga kerja bakti membantu menuntaskan pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Cek Calon Lokasi SPPG di Tiga Kecamatan, Kodim Ponorogo Ancang-Ancang Perluas Sasaran MBG
"Proses pembersihan sudah selesai, cukup cepat termasuk proses evakuasi sisa material juga,’’ tambahnya.
Agung menambahkan, Narto sementara mengungsi ke tempat aman. Selain merusak setengah rumahnya, longsor batu susulan juga berpotensi terjadi.
BPBD berencana mendatangkan PVMBG meninjau struktur bukit di Desa NGilo-ilo, Kecamatan Slahung tersebut.
"Kejadian saat itu memang setelah hujan deras, batunya longsor dan menimpa rumah Pak Narto,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya