PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Harga telur jelang bulan Ramadan di pasaran mulai melambung tinggi.
Merangkaknya harga telur tersebut membuat sejumlah warga Ponorogo pilih membeli langsung ke peternak ayam.
Tak jarang, mereka mendatangi kandang ayam milik peternak yang ada. Seperti yang terlihat di lokasi peternakan milik Miftakhus Surur di Desa Mojomati, Jetis.
Warga rela antre untuk mendapatkan telur dari tangan pertama atau peternak ayam langsung sebelum masuk ke pasaran. Harganya tentu lebih murah.
Ria Andrian, seorang pembeli, mengaku sengaja membeli telur ayam langsung dari peternak untuk mendapat harga murah.
Menurutnya, cara itu bisa menghemat bujet pengeluaran. Lumayan, selisih harganya sekitar Rp 2.000 dari harga di pasaran.
Walaupun ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Harga telur di pasaran dibanderol Rp 29 ribu, naik dari harga normal Rp 24 ribu.
"Di sini Rp 27 ribu. Tapi saya dapat telur lebih fresh juga karena baru dipanen,’’ kata Ria.
Dirinya mengungkapkan jika membeli telur langsung ke peternakan ayam milik Miftakhus itu untuk stok Ramadan.
Miftakhus, si empuk peternakan, tak keberatan jika warga membeli telur langsung ke tempatnya.
Dia berharap dapat membantu warga mencukupi kebutuhan protein di tengah mahalnya harga telur belakangan ini.
Namun, dia tetap memprioritaskan penjual telur lainnya yang sudah menjadi pelanggan tetapnya.
"Memang biasanya jelang Ramadan itu selalu naik, karena yang butuh banyak sementara telurnya segitu-gitu saja,’’ ujarnya.
Miftakhus turut menjual telur retak serambut. Ia mematok harga Rp 24 ribu per kilogram.
Nyatanya telur retak tipis itu juga jadi incaran warga. Sebab harganya jauh lebih murah lagi.
"Biasanya yang retak lembut itu langsung dimasak,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya