PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Tagar Kabur Aja Dulu yang belakangan ngetren dan tengah viral ternyata juga menarik perhatian kalangan wakil rakyat.
Legislatif Kabupaten Ponorogo menyebut jika fenomena tagar Kabur Aja Dulu itu sejatinya sudah lama jadi tren di Ponorogo.
Salah satu indikasinya, peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Ponorogo dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Bocor Alus, Razia Truk ODOL Angkutan Material Tambang Sepi Tangkapan, Sopir Nakal Lebih Cerdik?
Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Ribut Riyanto, menjadi salah satu wakil rakyat yang turut tergelitik dengan tagar Kabur Aja Dulu yang viral di media sosial tersebut.
Menurutnya, tagar tersebut seharusnya bukan kabur dan tidak kembali. Melainkan cari modal dengan cara merantau dan kembali ke kampung halaman saat sudah sukses.
"Niat kabur aja dulu bisa diubah menjadi cari modal dulu. Dengan niat yang benar, pekerja migran tidak akan mudah mengalami homesick atau kendala,’’ kata Ribut.
Baca Juga: Warung Samandiman Jadi Ruang Pameran, Kenalkan Barang Antik dan Seni Budaya ke Generasi Muda
Menurujuk data yang ada, jumlah pekerja migran asal Kabupaten Ponorogo terbilang tinggi.
Catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tahun 2023 lalu, sedikitnya 2.247 PMI perempuan serta 794 PMI laki-laki terbang ke berbagai negara.
Jumlah tersebut mengalami tren peningkatan setiap tahunnya. ''Kalau persiapannya matang, hasilnya akan benar bermanfaat,'' tambahnya.
Baca Juga: Harga Telur di Pasar Mahal, Warga Ponorogo Serbu Kandang Peternak Ayam, Retak Serambut pun Laku
Tidak sedikit PMI yang kembali ke tanah air menjadi sukses. Ribut salah satunya.
Sebelum duduk di kursi wakil rakyat, dia menjadi PMI selama beberapa tahun di Jepang.
Menurutnya, bekerja di luar negeri menjadi kesempatan mendapatkan pengalaman kerja selain tentu saja memperbaiki ekonomi.
Selama menjadi pekerja migran di Jepang, dia mengaku bisa menimba ilmu sekaligus mengumpulkan modal.
''Maka dari itu, perlu persiapan sebelum memantapkan kerja di luar negeri. Agar ketika kembali ke Ponorogo, tidak bingung,'' ungkapnya.
Ribut berbagi pengalaman beberapa persiapan penting yang harus disiapkan untuk bekerja ke luar negeri.
Pertama, tentukan negara tujuan yang sesuai dengan peluang kerja dan kemampuan.
Kedua, Memilih lembaga, serta kemampuan bahasa agar lebih cepat beradaptasi.
''Tagar Kabur Aja Dulu sudah sejak lama di Ponorogo ada, bedanya kerja ke luar negeri untuk cari modal atau mengubah nasib,'' tegasnya. (gen/kid)
PEKERJA MIGRAN ASAL KABUPATEN PONOROGO
2022
736 PMI Perempuan
964 PMI Laki-laki
2023
2.247 PMI Perempuan
794 PMI Laki-laki
(Sumber: Disnaker Ponorogo)
Editor : Budhi Prasetya