PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Sugiri Sancoko telah selesai mengikuti rangkaian kegiatan retreat di Magelang.
Sugiri Sancoko bersama ratusan kepala daerah terpilih hasil pilkada serentak 2024 melakoni kegiatan retreat di Akmil Magelang tanggal 21-28 Februari 2025.
Bupati Ponorogo terpilih itu langsung disambut warga dan sejumlah ASN setempat begitu menginjakkan kaki di Bumi Reog.
Sugiri Sancoko tak malu-malu menyebut jika kegiatan retreat yang digagas pemerintah pusat meninggalkan kesan tersendiri bagi dirinya.
Bersama 481 kepala daerah lain se-Indonesia, beragam pelajaran ilmu hingga pengalaman didapatkan selama di Akmil Magelang.
Pun, dirinya juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas koneksi dan jaringan komunikasi baru antar kepala daerah.
"Kami saling tukar pengalaman hingga mengatasi problem daerah," ucapnya.
"Bagaimana solusinya dan itu penting karena persoalan satu daerah dan lainnya tentu berbeda pula solusinya,’’ jelas Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko.
Kolaborasi antar daerah menjadi oleh-oleh paling penting yang dibaawnya pulang ke Ponorogo.
Kerjasama antar wilayah contohnya, dia berangan mampu membangun layanan rumah sakit yang memiliki koneksi dengan daerah lain.
Ponorogo dengan cath lab jantung, nantinya kabupaten tetangga bisa memaksimalkan keistimewaan layanan lainnya.
"Misalnya ortopedi di Magetan, lalu penanganan jiwa di Pacitan. Penanganan obgyn atau kandungan di mana, atau yang lain," rincinya.
"Ketika beda konsentrasi, beda fokus maka pasar kita semakin luas. Biasanya melayani satu kabupaten, ini bisa lebih banyak,’’ terang Bupati Ponorogo periode 2025-2030 itu.
Bidang pangan tak luput dibahas selama menjalin komunikasi dengan kepala daerah lainnya saat retreat di Akmil Magelang.
Silang distribusi hasil panen dengan daerah lainnya, sehingga dapat fokus pada satu ataupun beberapa jenis tanaman tertentu.
"Ketika Ponorogo berkonsentrasi pada jagung dan padi, maka daerah lain sekitar Ponorogo dapat berfokus pada porang, dan lainnya. Artinya saling menunjang, saling kerjasama,’’ ungkapnya.
Dia berharap kolaborasi tersebut bakal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Saling bergantungan, serta menciptakan hubungan simbiosis mutualisme.
"Jika nantinya antar daerah berkolaborasi seperti Pacitan dan Trenggalek yang memiliki pantai, Magetan memiliki Telaga Sarangan, maka bisa menjadi paket wisata yang menarik,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya