Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perang Sarung Mulai Masuk Ponorogo, 11 Pelajar Remaja Diamankan, Polisi Gencar Gelar Operasi

Sugeng Dwi N. • Kamis, 6 Maret 2025 | 18:15 WIB

EFEK JERA: Polsek Ponorogo mengamankan 11 remaja yang diduga hendak menggelar aksi perang sarung, Rabu dini hari (5 Maret 2025)
EFEK JERA: Polsek Ponorogo mengamankan 11 remaja yang diduga hendak menggelar aksi perang sarung, Rabu dini hari (5 Maret 2025)

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Kebiasan negatif saat Ramadan mulai menjangkiti remaja di Kabupaten Ponorogo.

Aksi perang sarung atau tawuran yang sempat marak terjadi di berbadai daerah saat Ramadan belakangan ini mulai merambah masuk Kabupaten Ponorogo. 

Seperti yang terjadi pada hari Senin dini hari tanggal 3 Maret 2025. Aksi perang sarung di persimpangan Jalan Suromenggolo (Jalan Baru) terekam kamera CCTV warga setempat.

Rekaman video tindakan ngawur cenderung bar-bar sekitar pukul 02.00 WIB itu viral di dunia maya.

Tak pelak, aksi perang sarung yang dilakukan bocah di bawah umur tersebut meresahkan warga.

Personel Polsek Ponorogo sigap menyikapi permasalahan tawuran di pekan awan bulan Ramadan tahun 2025 ini. 

Pihak kepolisian melakukan operasi dengan menyisir sejumlah tempat yang berpotensi menjadi ajang perkelahian menjurus tawuran itu. 

Belasan remaja yang masih berusia pelajar berhasil diamankan dari dua tempat yang berbeda.   

Kapolsek Ponorogo AKP Catur Juli Hernawan mengamini jika pihaknya telah mengamankan 11 remaja berusia pelajar.

Mereka diamankan saat santai di tepi jalan Alun-alun, serta Stadion Batoro Katong pada hari Kamis 5 Maret 2025 sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebelas remaja tersebut diduga hendak melakukan perang sarung. Dugaan tersebut setelah polisi mendapati peranti aksi tak terpuji itu.

Saat melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, polisi menemukan sarung yang telah terikat seperti akan digunakan perang sarung tersimpak di jok motor mereka.

"Sarungnya sudah di modifikasi, diikat dan disimpan di  jok kendaraan, tidak digunakan’’ kata Catur.

Kapolsek Ponorogo juga mengunkapkan jika kesebelas remaja itu berasal dari berbagai wilayah kecamatan.

Ia menjelaskan jika sebelas remaja tanggung itu dikenai sanksi wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis.

Pihaknya meminta orang tua masing-masing pelajar tersebut menjemput mereka di Mapolsek Ponorogo.

Itu bertujuan agar para orang tua juga mengetahui dan ikut terlibat dalam pengawasan buah hati mereka.

Khususnya terkait kegiatan-kegiatan yang menjurus membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain.  

"Kami gelar operasi terus setiap malam mencegah kejadian perang sarung dan gangguan kamtibmas lainnya,’’ jelasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#pelajar #ramadan #perang sarung #remaja #tawuran #ponorogo