PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pasar malam sudah menjadi bagian tradisi bagi warga kabupaten Ponorogo saat Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.
Gelaran pasar malam di Alun-alun Ponorogo itu kembali digelar pada tahun ini pada pertengahan bulan Ramadan hingga dua pekan usai lebaran Idul fitri.
Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) setempat berencana menggelar pasar rakyat tersebut pada tanggal 16 Maret hingga 13 April 2025.
Pendaftaran sewa ratusan lapak UMKM yang disediakan di area pasar malam sudah mulai dibuka.
Kabid Pengelolaan Pasar Disperdakum Ponorogo Okta Hariyadi mengatakan, sedikitnya 300 kios UMKM disiapkan selama 29 hari.
Pendaftaran lapak UMKM dibuka 5-6 Maret. Tarifnya, Rp 1.500 per meter per hari.
UMKM lokal bakal diberikan prioritas. Dia berharap, minimal 70 persen pedagang lokal ikut meramaikan kediatan pasar malam.
"Kami siapkan lima meja pendaftaran, empat meja kami gunakan untuk UMKM lokal satu untuk luar,’’ kata Okta
Selain UMKM, pasar malam turut dilengkapi wahana hiburan dan rekreasi anak-anak.
Melihat catatan pada tahun sebelumnya, penyedia jasa hiburan tersebut diisi dari luar kota. Mulai Madiun, Blitar, hingga Klaten.
Kendati prioritas penyedia lokal, namun sepi pendaftar penyedia jasa hiburan lokal tiap tahunnya.
"Untuk pembayaran lapak kami permudah, jadi minim bisa bayar uang muka dahulu untuk sewanya,’’ jelasnya.
Disperdakum menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pasar malam tembus Rp 450 juta.
Pihaknya optimis target tersebut terpenuhi. Mengingat realisasi tahun sebelumnya telah melampaui target yang ditetapkan.
"Realisasi PAD dari pasar malam tahun lalu lebih dari Rp 450 juta,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya