Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tradisi Ramadan, Warga Magetan Ikut War Uang Baru di Ponorogo Meski Lebaran Idul Fitri Masih Tiga Pekan Lagi

Sugeng Dwi N. • Kamis, 6 Maret 2025 | 22:45 WIB

PERSIAPAN LEBARAN : Ratusan warga antre menukarkan uang baru dan layak edar di layanan kas keliling BI, Rabu 5 Maret 2025.
PERSIAPAN LEBARAN : Ratusan warga antre menukarkan uang baru dan layak edar di layanan kas keliling BI, Rabu 5 Maret 2025.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Bulan ramadan masih baru saja masuk hari keenam. Tapi warga udah mulai bersiap menyambut lebaran Idul Fitri.

Salah satunya adalah war uang baru. Padahal lebaran Idul Fitri masih sekitar tiga pekan lagi.  

Warga Magetan pun sampai rela ikut berdesak-desakan di dalam antrean war uang baru di Kabupaten Ponorogo.

Antrean perburuan uang pecahan baru itu terlihat di lokasi layanan kas keliling Bank Indonesia (BI) di halaman Masjid Agung R.M.A.A Tjokronegoro, Ponorogo.

Ratusan warga terlihat menyerbu lokasi penukaran uang baru itu pada hari Rabu 5 Maret 2025.

Salah seorang peserta war uang baru, Kismala Rahmawati, mengaku rela datang jauh-jauh dari Lembeyan, Magetan.

Meski harus antre selama lebih dari setengah jam, dia berhasil menukarkan uang Rp 2,8 juta yang dibawanya. 

Rencananya uang pecahan hasil war uang baru itu akan dibagikan ke sanak saudara saat lebaran Idul Fitri.

"Dikasih ke anak-anak kecil sekitar rumah dan saudara, ke orang tua juga,’’ kata Kismala.

Kismala memilih menukar uang di layanan kas keliling ketimbang jasa penukaran uang di tepi jalan.

Selain terjamin keasliannya, ia tidak dibebani biaya lain-lain seperti yang biasa diterapkan oleh pengelola jasa penukaran uang di tepi jalan.

Meskipun sebagai gantinya dia harus adu cepat dengan ratusan warga lain saat daftar online Senin 3 Maret 2025 lalu.

"Daftarnya online terbatas banget, belum ada sepuluh menit kuotanya sudah habis dan websitenya juga lemot untungnya masih dapat,’’ jelasnya.

Hal serupa turut diungkapkan Vera Novia, biasa menggunakan jasa bank, tahun ini dia memilih tukarkan uang di layanan kas keliling BI itu.

Ibu hamil 7 bulan tersebut rela antre dengan lainnya demi mendapatkan uang pecahan untuk lebaran.

Baca Juga: Karir Kepala DLH Naik di Era Kepemimpinan Sugiri Sancoko, Kini Dinonjobkan Bupati Ponorogo Terpilih, Ajukan Sanggahan

"Penasaran dan ini masih awal ramadan juga, jadi pilih ke sini,’’ ungkap Vera.

Perempuan berusia 30 tahun itu sebelumnya berencana ikut war (berburu) uang baru di Kota Madiun, namun kehabisan kuota.

Dia bersyukur dapat menukarkan uang sesuai batas maksimal ketentuan yakni Rp 4,3 juta.

Uang jutaan rupiah itu ditukarkan lengkap mulai pecahan Rp 1.000 hingga Rp 50.000.

"Batas maksimalnya Rp4,3 juta, saya tukar beberapa varian uang pecahan,’’ jelasnya. (gen/kid) 

Editor : Budhi Prasetya
#penukaran uang #uang baru #tradisi ramadan #lebaran idul fitri #ponorogo