PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Ratusan kios dan lapak di Pasar Legi Kabupaten Ponorogo masih kosong tak berpenghuni.
Penyewa seolah enggan mengeluarkan duit modal usaha untuk berdagang di pasar yang rampung dibangun tahun 2021 itu.
Menurut catatan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Kabupaten Ponorogo, ratusan kios dan lapak tersebut tersebar di empat lantai Pasar Legi.
Kabid Pasar Disperdakum setempat, Okta Hariyadi, mengungkapkan total kios di pasar tersebut sebanyak 2.497.
Tingkat keterisian terendah ditemukan di lantai tiga. Dari ratusan kios dan lapak untuk aneka gerabah itu hanya terisi 45 persen saja.
Disusul lantai dua sekitar 60 persen. Penyewa terbanyak ada di lantai empat sebanyak 75 persen dan lantai pertama 80 persen.
Baca Juga: Jual Bahan Peledak di Facebook, Pria Asal Madiun Ditangkap Saat Transaksi di Ponorogo
"Memang masih banyak yang kosong, karena sebagian pedagang memandang tempatnya kurang strategis dan jarang dilewati,’’ kata Okta.
Pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar lapak dan kios tersebut laku. Mulai menggelar event hingga menawarkan langsung ke pedagang.
Upaya itu diklaimnya sempat berhasil meningkatkan tingkat keterisian kios dan lapak Pasar Legi.
Sayangnya, tren positif itu tidak berlangsung lama, durasi sewa tak berlangsung lama.
"Kami terus berusaha agar kios dan lapak di sana semakin ramai,’’ ujarnya.
Butuh inovasi mengikuti perkembangan teknologi. Sepinya pasar tidak lepas dari pesatnya e-commerce.
Pembekalan digitalisasi terkait penjualan perlu terus diberikan ke pedagang agar mampu bersaing di era saat ini.
"Seperti di pasar modern sekarang sudah banyak yang jual bawang merah, cabai dan sembako, jadi memang harus ada inovasi,’’ ungkapnya. (gen/kid)
LAPAK DAN KIOS PASAR LEGI PONOROGO
2.497 lapak
1.400 kios
TINGKAT KETERISIAN
80 persen lantai 1
60 persen lantai 2
45 persen lantai 3
75 persen lantai 4