PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Mobilitas warga Dusun Sumberejo, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terganggu.
Jembatan Tugu yang biasa jadi akses transportasi warga itu putus diterjang banjir bandang hari Senin malam tanggal 17 Maret 2025.
Warga terpaksa harus menyeberangi sungai menerjang derasnya arus air untuk menjalankan aktivitas rutinnya.
Sedikitnya, 450 warga yang tersebar di empat RT dusun setempat terdampak putusnya Jembatan Tugu akibat banjir bandang itu.
Slamet, warga setempat, harus menggendong anaknya menyeberang sungai menuju SDN Munggu 2 yang lokasinya berada di dusun sebelah.
Slamet berkelompok bersama warga lain yang mengantar anak-anaknya sekolah. Mereka bahu-membahu saling bergandengan agar tak terbawa derasnya arus sungai.
"Takut sebenarnya, tapi karena terpaksa. Wong anaknya juga harus sekolah,’’ kata Slamet.
Slamet menceritakan detik-detik putusnya infrastruktur utama di dusun itu. Debit sungai naik setelah hujan deras mengguyur sejak siang hari.
Jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar tiga meter itu tak kuat menahan derasnya arus banjir bandang hingga akhirnya putus sekitar pukul 19.00 WIB.
"Tidak ada jalan lain, atas gunung kalau mau muter juga jauh dan harus lewat sawah,’’ jelasnya.
Warga dibantu Serda Cahyo Arif, Babinsa Desa Munggu, untuk menyeberang sungai.
Sehari kemarin, bintara TNI tersebut membantu anak-anak sekolah dan sejumlah orang dewasa.
Anggota Koramil Bungkal itu mengaku sempat kesulitan membantu menyeberangkan warga lantaran derasnya aliran sungai.
Kondisi itu diperparah dengan bebatuan licin yang dinilai cukup berisiko jika tidak berhati-hati.
"Orang tua kesulitan menyeberang, kalau anak-anak terpaksa digendong karena berbahaya, ini akses satu-satunya,’’ kata Cahyo. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya