PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo punya tradisi unik selama Ramadan.
Demi menunaikan bakti ke tempat menimba ilmu, ratusan santri pondok pesantren terbesar di Ponorogo itu tidak mudik atau pulang kampung.
Para santri Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut bermukim di lingkungan tempat mereka menimba ilmu.
Humas PMDG Ustadz Riza Ashari menjelaskan, santri mukim diwajibkan bagi penghuni pondok kelas 5 dan 6 atau setara kelas XI dan XII SMA.
Selama Ramadan, mereka tidak diizinkan mudik ke kampung halaman. Dari total 23 ribu santri, sedikitnya 800-900 di antaranya mukim selama Ramadan.
"Momen ini sekaligus untuk pembekalan karena mereka akan menjadi kakak kelas,’’ kata Riza.
Berbeda dengan santri kelas 1-4, mereka diizinkan pulang sejak 10 hari jelang Ramadan lalu.
Mereka dijadwalkan kembali ke pondok H+10 lebaran. Selain liburan di kampung halaman, santri-santri tersebut diharapkan turut melakukan pengabdian ke masyarakat.
"Apa yang didapatkan selama mondok, kami harapkan diterapkan di masyarakat,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Demi Masa Depan Cerah, MGBK Ponorogo Dorong Guru BK Aktif Fasilitasi Siswa Raih PTN Impian
Di pondok, santri menjalani serangkaian kegiatan. Seperti penguatan kegiatan ibadah, peningkatan kualitas bahasa, hingga bacaan Quran.
Selain itu, biasanya santri menunggu waktu berbuka dengan berolahraga, seperti bermain sepak bola, voli, hingga sepak takraw dan pramuka.
Hal itu dibenarkan oleh Muhammad Fathilla, salah seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor asal Sorong, Papua Barat.
"Mengalihkan rasa kangen ke orang tua melakukan berbagai aktivitas di pondok," ujarnya.
"Memperbanyak kegiatan ibadah maupun pengembangan diri sehingga tidak ada waktu kosong,’’ tambah Fathilla mantap. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya