PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Dusun Tenggang, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, geger.
Sebuah balon udara tanpa awak jatuh dan terbakar di atap rumah Muhaimin, Sabtu malam (5/4).
Insiden ini sempat viral di media sosial karena terekam dalam video yang menunjukkan kobaran api membakar bagian atap rumah.
Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut balon udara jatuh sekitar pukul 22.45 WIB dan langsung memicu percikan api.
“Balon jatuh di talang rumah, kemudian membakar bagian atap. Untung saja segera ditarik ke bawah dan dipadamkan,” ungkapnya, Minggu (6/4).
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, atap rumah yang terbuat dari kayu jati dan talang berbahan karet bekas mengalami kerusakan akibat terbakar.
Polisi menduga sumber api berasal dari sumbu balon yang masih menyala meski petasannya sudah habis.
“Balonnya berukuran sekitar 1 x 5 meter, terbuat dari plastik dengan rangka bambu dan tali kawat. Bagian bawahnya masih ada sumbu menyala,” terang Amrih.
Menurut penuturan saksi, kebakaran pertama kali diketahui warga yang hendak membeli rokok.
Saat melewati rumah Muhaimin, dia melihat percikan api di atap dan segera memberitahu warga lain.
Pemilik rumah sempat tidak mendengar panggilan. Akhirnya, warga naik ke atap dan berhasil memadamkan api menggunakan air.
Amrih menegaskan bahwa menerbangkan balon udara tanpa awak sangat berbahaya. Selain berpotensi menyebabkan kebakaran, balon juga bisa mengganggu jalur penerbangan.
“Kami masih menyelidiki siapa yang menerbangkan balon ini. Tapi yang pasti, tindakan ini melanggar hukum dan membahayakan,” tandasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto