Jawa Pos Radar Madiun – Warung remang-remang di sepanjang Jalan Raya Siman, Ponorogo akhirnya resmi ditutup permanen.
Penutupan dilakukan Satpol PP dan Damkar Ponorogo hari ini (5/5) setelah bertahun-tahun menjadi sorotan sebagai lokasi praktik prostitusi terselubung.
Penertiban kali ini bukan gertakan semata. Korps penegak perda menyegel semua warung yang berada tak jauh dari Universitas Darussalam Gontor (Unida).
“Sesuai kesepakatan, per 5 Mei seluruh aktivitas warung dihentikan karena masih digunakan sebagai tempat prostitusi,” tegas Kasatpol PP dan Damkar Ponorogo, Eko Suprapto.
Dari hasil investigasi sebelumnya, warung-warung tersebut menyediakan bilik asmara ukuran 2x1,5 meter di balik sekat kalsiboard.
Setelah transaksi, pelanggan diajak ke bilik beralas perlak, lalu ditawari mandi di kamar belakang yang berdempetan dengan dapur.
Lebih dari sekadar meresahkan, aktivitas di lokasi itu juga mengancam kesehatan masyarakat.
Puskesmas Siman mencatat dari 29 perempuan yang diperiksa, 35 persen di antaranya positif HIV/AIDS. “Sudah dilakukan tes darah dan hasilnya terindikasi positif,” ungkap Eko.
Penutupan permanen ini sekaligus diikuti pendataan menyeluruh untuk mencegah perpindahan praktik ke lokasi lain.
Pemkab mendorong masyarakat proaktif melaporkan jika di lingkungan mereka ada warung serupa yang dicurigai menjadi sarang prostitusi.
“Kami mulai dari Siman, silakan lapor jika ada kegiatan serupa di wilayah lain,” tegasnya.
Editor : Hengky Ristanto