PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) Ponorogo bakal bertambah.
Terkait hal itu, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menyambangi Kabupaten Ponorogo.
Tim BP Taskin itu melakukan peninjauan sejumlah lokasi bakal calon dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Informasi yang dihimpun, dapur SPPG bakal didirikan di tiga titik lokasi yang telah disiapkan.
Diharapkan, pendirian tiga dapur SPPG tersebut mampu memperluas cakupan pelaksanaan program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat itu.
Tiga titik lokasi baru MBG tersebut meliputi wilayah Kecamatan Sooko, Pudak, serta Pulung.
Nantinya, lokasi diproyeksikan membantu cakupan program yang saat ini terbatas di wilayah kota.
Maklum, tiga dapur SPPG baru tersebut meng-cover penerima MBG di kawasan pinggiran wilayah Kabupaten Ponorogo.
"Dari BP Taskin menggarapnya di wilayah-wilayah pinggiran, berapapun jumlahnya nanti,’’ kata Wakil Kepala I BP Taskin RI Nanik S Deyang.
Nanik mempersilahkan yayasan atau lembaga lokal yang sudi mengelola dapur-dapur baru tersebut.
Sejatinya, satu SPPG ditarget produksi 3 ribu porsi setiap hari. Namun, tiga SPPG baru tersebut dapat perlakuan khusus.
Mengingat kondisi dan medan lokasi antar sekolah, kemampuan produksi menyesuaikan kesanggupan dapur umum dan rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kami ajukan diskresi, karena tempatnya bukan lokasi yang mudah dijangkau. Satu dapur tidak harus 3.000, bisa 500-1.000 penerima,’’ jelasnya.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menambahkan, tiga lokasi baru MBG diklaim cukup mewakili kabupaten ini.
Pihaknya memastikan siap membantu penyediaan lahan jika diperlukan. Termasuk menggandeng penyedia pangan lokal untuk mencukupi kebutuhan bahan baku MBG.
"Kami harapkan kalau bisa dipenuhi lokal (penyedia MBG, Red), lebih bagus,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya