Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Diduga Jalankan Praktik Prostitusi Terselubung, Warung Remang-Remang Siman Bakal Ditutup Permanen

Sugeng Dwi N. • Senin, 5 Mei 2025 | 22:45 WIB
PERINGATAN: Petugas Satpol PP dan Damkar Ponorogo berencana menutup permanen warung remang-remang di sepanjang Jalan Raya Siman yang diduga jadi praktik prostitusi terselubung hari Senin 5 Mei 2025.
PERINGATAN: Petugas Satpol PP dan Damkar Ponorogo berencana menutup permanen warung remang-remang di sepanjang Jalan Raya Siman yang diduga jadi praktik prostitusi terselubung hari Senin 5 Mei 2025.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Praktik prostitusi terselubung di Kabupaten Ponorogo coba diberangus.

Salah satunya dengan menindak tegas keberadaan warung remang-remang di Jalan Raya Siman, Ponorogo.

Informasi yang dihimpun, warung semi permanen tersebut diduga jadi sarang praktik prostitusi terselubung.

Pasalnya, di warung tersebut dijumpai “bilik asmara”. Hasil penelusuran, ruang berukuran 2x1,5 meter itu disinyalir dimanfaatkan untuk bisnis esek-esek.

Pun, pengelola warung remang-remang disebut-sebut bandel, tetap menjalankan aktivitasnya meski penertiban dilakukan berulang kali.

Bilik asmara, berada persis di balik penyekat ruang utama (warung). Kamar terkunci dari luar dengan dinding yang juga berbahan kalsiboard.

Kondisinya terbilang sederhana, bilik asmara hanya beralas perlak. Warung juga dilengkapi dengan kamar mandi yang bisa digunakan pelanggan.

Posisinya persis berada di bagian belakang yang berhimpitan dengan dapur.

Sejumlah indikasi yang mengarah praktik prostitusi itu membuat aparat Satpol PP dan Damkar Ponorogo bertindak tegas.

Warung remang-remang di dekat Universitas Darussalam Gontor (Unida) tersebut ditutup permanen.  

Korps penegak perda itu berencana melakukan penyegelan pada hari Senin 5 Mei 2025.

"Sesuai kesepakatan, per tanggal 5 Mei seluruh aktivitas warung berhenti, karena di sana masih digunakan untuk prostitusi,’’ tegas Kasatpol PP dan Damkar Eko Suprapto.

Tak hanya meresahkan, keberadaan warung-remang itu ditengarai kuat jadi sumber penyakit mematikan.

Hasil identifikasi Puskesmas Siman, dari total 29 perempuan yang diperiksa, 35 persen positif human immunodeficiency viruses/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).

Dikhawatirkan keberadaan warung tersebut juga jadi sumber penularan HIV/AIDS.

"Petugas kesehatan sudah melakukan pemeriksaan darah, dan terindikasi positif (HIV, Red),’’ jelasnya.

Selain itu, Eko juga mengungkapkan jika penutupan permanen diikuti dengan upaya pendataan.

Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam pemberantasan praktik prostitusi terselubung itu.

Itu agar perempuan penjaja cinta sesaat itu tak berpindah ke lokasi lainnya pascapenutupan warung tersebut. Sehingga persebaran HIV/AIDS tidak meluas.

“Kami mulai dari Kecamatan Siman, silahkan melapor kalau di lingkungannya ada warung yang menjadi sarang prostitusi,’’ tegasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#hiv #Praktik #warung remang #prostitusi terselubung #ponorogo