Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Warung Remang-Remang Sudah Disegel Tapi Warga Belum Puas, Tuntut Penutupan Permanen atau Pembongkaran 

Sugeng Dwi N. • Selasa, 6 Mei 2025 | 21:35 WIB
BELUM PUAS : Warga sekitar Jalan Raya Siman meminta bangunan warung remang-remang dibongkar usai penyegelan oleh Pemkab Ponorogo. 
BELUM PUAS : Warga sekitar Jalan Raya Siman meminta bangunan warung remang-remang dibongkar usai penyegelan oleh Pemkab Ponorogo. 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Warga sekitar Jalan Raya Siman, Ponorogo, selama ini dibuat resah dengan keberadaan warung remang-remang. 

BUktinya, mereka ingin Pemkab Ponorogo bertindak lebih tegas lagi terkait belasan warung yang diduga dimanfaatkan jadi tempat praktik prostitusi terselubung itu.

Seperti yang diutarakan oleh sejumlah warga Desa Demangan, Kecamatan Siman usai penyegelan oleh petugas Satpol PP dan Damkar Ponorogo hari Senin 5 Mei 2025.

Merka mendesak bangunan warung remang - remang dibongkar. Pasalnya, mereka khawatir penyegelan tersebut hanya bertahan dalam hitungan hari.

Selain potensi penularan penyakit mematikan, keberadaan warung tersebut dinlai kontras dengan lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang ada di kawasan tersebut.

Kepala Desa Demangan Jaenuri mengatakan, pihaknya telah berulang kali memperingatkan pemilik warung, namun tidak digubris.

Bahkan, jumlah PSK di warung tersebut semakin bertambah, mereka datang dari luar kota.

Karena itu, pihaknya melaporkan ke pihak terkait agar warung remang-remang itu ditutup permanen atau dibongkar. 

"Kehendak warga, (warung, Red) ditutup permanen atau dibongkar!’’ tegas Jaenuri.

Warga mengaku semakin malu lantaran warung esek-esek itu berada di kawasan yang dikenal lekat dengan kultur agamis.

Deretan warung tersebut hanya berjarak tak lebih dari 200 meter dari Universitas Darussalam Gontor (Unida).

Selain nitu, di sebelah selatan juga terdapat beberapa ponpes seperti yang ada di Desa Ngabar.

"Di sini banyak pondok seperti Ponpes Ngabar dan pondok Gontor," ucapnya.

"Banyak tamu-tamu negara, warga dari luar pulau lewat sini jika melakukan kunjungan ke pondok. Melihat ada warung seperti ini tentu meresahkan,’’ tambah Jaenuri. 

Rudi Prasetyo, warga setempat, keberadaan warung remang berdampak buruk bagi lingkungan.

Terutama generasi muda yang dikhawatirkan terdampak. Dia tidak ingin warga desanya tertular HIV/AIDS. 

"Kami khawatir ini jadi penularan penyakit warga,’’ kata Rudi. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#hiv #ponpes #warung remang #prostitusi terselubung #penyegelan #ponorogo