Jawa Pos Radar Madiun – Pertunjukan Reog Ponorogo di Balai Desa Tugurejo, Kecamatan Sawoo, mendadak ricuh.
Seorang penari jathil ngamuk usai mengalami pelecehan seksual saat tampil, Minggu malam (11/5).
Video aksi penari yang memarahi salah satu penonton viral di media sosial.
Pelaku diketahui berinisial DJN, pria paruh baya yang terekam menghampiri korban dan melakukan pelecehan di depan umum.
Korban, NZL, tidak terima dan langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.
‘’Pelaku dalam pengaruh alkohol,’’ terang Kapolsek Sawoo AKP Yudi Kristiawan, kemarin (13/5).
Usai kejadian, korban mengalami trauma dan menangis. Proses mediasi difasilitasi Polsek Sawoo selama dua hari berturut-turut, 12–13 Mei.
Hasilnya, kedua pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. DJN menyampaikan permintaan maaf kepada NZL dan Paguyuban Reog Ponorogo.
‘’Tapi jika kesepakatan ini dilanggar, proses hukum akan dilanjutkan,’’ tegas Yudi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengecam aksi tersebut.
Menurutnya, tindakan pelaku mencoreng citra kesenian Reog.
‘’Reog itu bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Kami sangat menyesalkan insiden ini,’’ ujarnya.
Judha menambahkan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dalam setiap agenda pertunjukan seni budaya agar kejadian serupa tidak terulang.
‘’Kami dorong para pelaku seni untuk melapor jika mengalami pelecehan,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto