Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Firasat Tak Enak, Keluarga Hariyanto Selamat dari Bencana, Rumah Baru Selesai Dibangun Rusak Diterjang Longsor

Sugeng Dwi N. • Rabu, 21 Mei 2025 | 19:40 WIB
JEBOL: Rumah milik Hariyanto, warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Ponorogo rusak diterjang tanah longsor tebing setinggi 25 meter, Selasa 20 Mei 2025. 
JEBOL: Rumah milik Hariyanto, warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Ponorogo rusak diterjang tanah longsor tebing setinggi 25 meter, Selasa 20 Mei 2025. 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana hidrometeorologi dampak cuaca buruk belakangan ini mulai dirasakan sejumlah arga. 

Seperti bencana longsor yang terjadi di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Ponorogo hari Selasa 20 Mei 2025. 

Rumah Hariyanto, warga setempat, rusak diterjang material tanah longsor. Beruntung, ia sudah mengungsikan keluarganya sebelum kejadian. 

Informasi yang dihimpun, peristiwa bencana tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. 

Sebelumnya, Hariyanto sudah mempunyai firasat buruk. Itu setelah mengetahui tebing setinggi 25 meter di timur rumahnya beberapa kali terjadi longsor kecil saat hujan beberapa hari terakhir.

Pun, sejumlah pepohonan di tebing tersebut juga tampak doyong. Melihat gelagat ganjil itu, Hariyanto bergegas membawa anak dan istrinya mengungsi ke rumah orang tuanya.

"Senin sore (19 Mei 2025) sebelum kejadian sudah ngungsi, ternyata benar longsor merusak kamar anak dan dapur,’’ ucapnya. 

Selain menerjang rumah yang baru selesai dibangunnya setahun terakhir, material bencana hidrometeorologi itu turut menghantam rumah Sarkat, tetangganya.

Hanya saja, rumah tetangganya itu tidak mengalami kerusakan seperti milik Hariyanto. Pun, rumah masih ditempati.

"Sementara mengungsi dulu ke rumah orang tua, sebenarnya rumah baru selesai dibangun setahun ini,’’ jelasnya.

Kepala Desa Jurug Sukamto menambahkan, longsor merupakan kali kedua terjadi sejak dua tahun lalu.

Sejatinya, pihaknya telah membangun talud untuk menahan tebing. Namun, konstruksi talud ikut rusak diterjang longsor.

"Kami bersama BPBD sedang berupaya mencari solusi perbaikan agar kejadian seperti ini tidak terulang,’’ kata Sukamto.

Perlu diketahui, bencana hidrometeorologi dampak cuaca buruk diprediksi berpotensi terjadi hingga 27 Mei 2025. (gen/kid) 

Editor : Budhi Prasetya
#longsor #bencana #cuaca buruk #hidrometeorologi #ponorogo