Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bupati Ponorogo Imbau Kantin Sekolah Tidak Menjual Jajanan 'Ciki-cikian' dan Minuman Saset, Ini Alasannya!

Sugeng Dwi N. • Senin, 26 Mei 2025 | 17:50 WIB
KESEHATAN: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengeluarkan imbauan soal penjualan makanan, jajanan dan minuman di kantin sekolah demi kesehatan pelajar.
KESEHATAN: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengeluarkan imbauan soal penjualan makanan, jajanan dan minuman di kantin sekolah demi kesehatan pelajar.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya urusan soal pemerintahan saja, Bupati POnorogo Sugiri Sancoko juga memperhatikan kesehatan warga.

Salah satunya terkait penjualan jajanan dan dan minuman di kantin sekolah. Itu agar pelajar terhindar dari efek negatif makanan kurang sehat itu.

Ia menyebut jika kerap menjumpai "ciki-cikian" (makanan ringan) dengan gambar warna-warni yang memantik perhatian siswa sekolah.

Makanan yang acap berkomposisi tak sehat itu diminta tak lagi dijual. Tak terkecuali minuman dengan berbagai rasa dan pemanis buatan.

Kang Giri, sapaan Bupati Ponorogo, mengatakan bahwa imbauan tak lepas dari keprihatinan terhadap kondisi anak dan remaja saat ini.

Beberapa di antaranya dijumpai telah memiliki masalah kesehatan serius, seperti terdeteksi  gagal ginjal.

Selain faktor genetik, dia menilai masalah kesehatan tersebut tak lepas dari konsumsi jajanan tak sehat saban harinya.

"Tidak boleh jajan yang tidak sehat di kantin, saya tidak menyebut merek," ucapnya.

"Bayi dari lahir sudah sehat, ketika mendapatkan asupan makanan atau jajanan tidak sehat bisa berbahaya, banyak yang gagal ginjal di usia remaja,’’ jelas Sugiri Sancoko.

Dia telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo untuk memantau jajanan di sekolah.

Pun mendata jajanan apa saja yang diizinkan dijual. Dia menyarankan kudapan snack peserta didik disuplai wali murid.

Para wali murid bisa mengisi warung secara bergantian. Hal itu, menurut Kang Giri, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

"Wali murid kelas dua, tiga atau berapa nanti bergantian isi jajanan," tegasnya.

"Bergantian terus kecuali yang kelas enam (SD) agar mereka fokus belajar karena sebentar lagi ujian,’’ terang Kang Giri.

Selain khawatir soal kesehatan, Kang Giri menilai langkah tersebut bagian dari edukasi menumbuhkan jiwa wirausaha serta meningkatkan kemandirian peserta didik.

Termasuk berani dalam mempromosikan produk hasil kreativitas mereka.

"Misalnya jualan lemper, atau jajanan sehat lain sambil mengajarkan anak berbisnis," sebutnya.

"Saya punya mimpi besar anak Ponorogo usia 21 tahun sudah menjadi muzakki, itu artinya kaya, maka perlu dipancing selera bisnisnya sejak dini,’’ tambah Bupati Ponorogo dua periode itu. (gen/kid)  

Editor : Budhi Prasetya
#Bupati Ponorogo #pelajar #Sugiri Sancoko #kesehatan #jajanan #gagal ginjal #pemanis buatan #kantin sekolah