Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Resmi! Mulai Senin 26 Mei 2025, IAIN Ponorogo Ganti Nama Menjadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Alfian Fachrudin • Senin, 26 Mei 2025 | 21:59 WIB
Rektor IAIN Ponorogo Prof Evi Muafiah menerima SK dari Menteri terkait ganti nama jadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.
Rektor IAIN Ponorogo Prof Evi Muafiah menerima SK dari Menteri terkait ganti nama jadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.

Jawa Pos Radar Madiun — Perjalanan panjang Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo menuju status universitas akhirnya menemui titik terang.

Mulai Senin, 26 Mei 2025, kampus ini resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, seiring terbitnya keputusan presiden (Keppres) terkait perubahan bentuk perguruan tinggi keagamaan negeri.

Rektor IAIN Ponorogo Prof Evi Muafiah, mengonfirmasi bahwa ia telah menerima undangan resmi dari Sekretariat Negara untuk hadir dalam penyerahan Keppres pada hari Senin pukul 13.00 WIB.

“Dengan Keppres itu, nama IAIN Ponorogo akan digunakan untuk terakhir kalinya pada Minggu, 25 Mei. Mulai Senin, secara resmi kami menyandang nama UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo,” jelas Evi.

Transformasi ini bukan hanya perubahan nama, tetapi juga perluasan visi dan kapasitas akademik.

UIN Kiai Ageng Muhammad Besari nantinya akan membuka dua fakultas baru: Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Psikologi.

“Kami sudah siapkan perangkat pendukungnya. Mulai dari kurikulum, dosen, hingga infrastruktur,” tambahnya.

Meskipun membuka fakultas umum, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari tetap akan mengintegrasikan keilmuan umum dengan nilai-nilai Islam.

“Kita tetap menjaga identitas sebagai perguruan tinggi keagamaan. Penguatan integrasi keilmuan keislaman menjadi ciri khas UIN Besari,” tegas Evi.

Proses perubahan status ini telah berlangsung sejak lama, dan dari sisi akademik serta administratif, IAIN Ponorogo telah memenuhi seluruh persyaratan.

Kampus ini memiliki 14 guru besar, empat fakultas sarjana aktif dengan program studi unggulan, dan Magister serta dua kampus dengan infrastruktur memadai.

Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia, khususnya di wilayah Mataraman. (fac/*)

Editor : Mizan Ahsani
#keppres #UIN #Evi Muafiah #ganti nama #Kiai Ageng Muhammad Besari #IAIN Ponorogo