Jawa Pos Radar Madiun - Ledakan keras mengejutkan warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota Ponorogo, pada Kamis dini hari (29/5).
Suara ledakan yang terdengar hingga radius ratusan meter itu berasal dari sebuah petasan rakitan yang meledak di halaman rumah milik warga bernama Ismi.
Ledakan tidak hanya merusak sebagian bangunan rumah, tetapi juga menyebabkan lima pelajar SMP kelas 1 mengalami luka-luka.
Dua di antaranya mengalami luka serius pada bagian mata dan alat kelamin, akibat terkena serpihan ledakan petasan.
Polisi menduga ledakan terjadi saat kelima remaja tersebut tengah merakit dan memasang sumbu petasan secara mandiri.
Satreskrim Polres Ponorogo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyisir area sekitar.
Hasil awal menunjukkan adanya delapan petasan lain yang sempat dibuang ke sungai oleh warga usai kejadian.
“Anak-anak ini membuat sendiri petasan dari bubuk yang asal-usulnya masih kami selidiki,” ujar Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudy Hidajanto, membeberkan kronologi kejadian ini.
Ketua RT setempat, Langgeng Widodo, mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras dan membuat panik warga sekitar.
“Kami langsung keluar rumah, melihat anak-anak terluka, dan segera membawa mereka ke rumah sakit,” ujarnya.
Kelima korban dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo.
Humas rumah sakit, Sugianto, menyebut dua korban mengalami luka bakar serius dengan tingkat luka 9–18 persen, terutama di bagian sensitif seperti mata dan alat kelamin.
“Tiga korban sudah diperbolehkan pulang, sedangkan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif dan menunggu jadwal operasi,” jelas Sugianto.
Hingga Kamis siang, polisi masih menyelidiki asal-usul bahan peledak ilegal yang digunakan.
Warga diimbau untuk tidak mencoba membuat atau menyimpan petasan rakitan karena sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa dan lingkungan. (gen/naz)
Editor : Mizan Ahsani