PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warga di Jalan Irawan dibuat kaget dengan suara ledakan pada hari Kamis 27 Mei 2025 dini hari.
Warga yang sudah tertidur sontak bangun dari ranjangnya. Mereka langsung keluar rumah mencari sumber ledakan.
Alhasil, suara menggelegar keras terdengan sekitar pukul 00.30 WIB itu sontak membuat suasana di kelurahan Kepatihan, Ponorogo, itu gempar.
Rumah Ismi, warga setempat, diketahui hancur. Rupanya, suara keras itu bersumber dari teras rumah tersebut.
Selain itu, diketahui lima orang bocah belasan tahun yang masih duduk di bangku SMP mengalami luka.
"Kejadian sangat cepat, tiba-tiba terdengar ledakan keras sekali. Semua keluar dan melihat anak-anak terluka,’’ kata Langgeng Widodo, warga setempat.
Warga kemudian segera melarikan kelima bocah tersebut ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudy Hidajanto mengatakan, lima korban diketahui berstatus pelajar kelas VIII SMP.
Masing-masing berinsial YSF, DM, DA, SY, serta VO. Kelimanya berusia 14 tahun.
Informasi yang didapat, mereka merakit mercon di teras rumah Ismi, yang merupakan ibu salah satu korban ledakan petasan.
“Mereka semua teman sekelas dan sering bermain ke sini (rumah Ismi, Red),” ucapnya.
“Di dalam rumah juga ditemukan balon udara yang diduga akan diterbangkan bersama petasan di momen libur panjang ini,’’ jelas Rudy.
Dirinya menuturkan jika petasan yang tengah dirakit kelima korban tiba-tiba meledak. Petaka itu terjadi ketika para korban sedang memasang sumbu petasan.
Diduga gesekan bahan petasan memicu percikan hingga memantik ledakan. Dahsyatnya ledakan membuat kelimanya terpelanting, bahkan sebagian teras rumah Ismi hancur.
"Anak-anak ini membuat sendiri petasan dengan bubuk yang sumbernya masih kami selidiki,’’ jelasnya.
Terpisah, Kabid Humas RSUD Sugianto menyebut, dua korban mengalami luka serius dengan tingkat luka bakar mencapai 9-18 persen di bagian mata dan alat kelamin.
Sementara tiga lainnya, diizinkan pulang usai mendapatkan perawatan medis.
"Tiga korban sudah diperbolehkan pulang, dua lainnya masih menunggu jadwal operasi untuk pembersihan sisa ledakan,’’ jelas Sugianto. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya