Jawa Pos Radar Madiun – Harga kambing jelang Idul Adha tahun ini menunjukkan anomali.
Permintaan naik, tetapi harga justru stagnan. Kondisi itu membuat sejumlah peternak memilih mengandangkan hewan ternaknya dan belum membawanya ke pasar.
Yasbakun, peternak kambing asal Desa Bekare, Bungkal, menyebut harga kambing saat ini masih di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
Padahal, tahun lalu harga sudah menyentuh Rp 3,5 juta–Rp 4 juta pada periode yang sama.
‘’Kalau dibawa ke pasar malah bisa jatuh lagi harganya. Banyak saingan dari luar daerah,’’ katanya, Minggu (1/6).
Menurut Yasbakun, stok kambing di kalangan peternak lokal melimpah. Bahkan, hampir semua warga di desanya memiliki kambing sendiri.
‘’Di sini saja sekitar 98 persen rumah tangga pelihara kambing,’’ ungkapnya.
Ia juga melihat tren pergeseran pilihan hewan kurban dari kambing ke sapi.
Banyak warga lebih memilih sapi secara patungan karena dinilai lebih menguntungkan dari segi jumlah daging.
‘’Meski mahal, sapi bisa dibagi-bagi. Jadi lebih ekonomis,’’ tuturnya.
Para peternak pun memilih menjual kambing mendekati hari H Idul Adha dengan harapan harga akan naik di detik-detik terakhir.
‘’Semoga ada lonjakan harga nanti,’’ harapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto