Jawa Pos Radar Madiun – Masalah infrastruktur jalan menjadi pekerjaan berat yang urung dituntaskan Pemkab Ponorogo.
Seakan organisasi perangkat daerah (OPD) berlomba-lomba merealisasikan program bidang masing-masing sesuai visi misi di awal 100 hari kerja Rilis Jilid II (Bupati Sugiri Sancoko-Wabup Lisdyarita), tapi tidak untuk urusan jalan.
Jalak rusak berserak jamak ditemui, salah satunya akses menuju kawasan wisata Telaga Ngebel.
Kerusakan ini dapat ditemui di Jalan Raya Ngebel masuk Desa Ngrupit, Jenangan. Persisnya timur Pasar Janti.
Wisatawan yang masuk via Madiun bakal disambut lubang menganga yang membentang lebih dari 200 meter. Bisa-bisa gagal liburan dan justru celaka.
Mereka harus hati-hati, lebar lubang semakin membesar dengan ke dalam mencapai dasar lapisan paling bawah aspal.
‘’Rusak pol, lubangnya besar-besar, jalannya juga nggak rata,’’ terang Suparto, seorang pengguna jalan.
Ruas Jalan Ponorogo dalam Angka
916,11 km panjang jalan di bawah kewenangan Pemkab
69,76 persen jalan kondisi baik
30,24 persen jalan kondisi rusak
Kerusakan jalan terutama jalur wisata mendapat atensi khusus kalangan dewan.
Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menilai upaya Pemkab dalam mengembangkan kawasan wisata telaga tersebut setengah hati.
Jalan berlubang menganga di Jalan Raya Ngebel jadi salah satu buktinya.
‘’Pengembangan Telaga Ngebel kurang maksimal, saat ini belum nampak adanya peningkatan dan penambahan sarana yang bisa dinikmati pengunjung,’’ kata Kang Wi, sapaan ketua dewan.
Kang Wi mendesak perbaikan jalan segera dilakukan. Kemudahan akses jalur pariwisata secara otomatis mendongkrak angka kunjungan Telaga Ngebel.
Dia tidak ingin wisatawan kecewa, apalagi celaka gegara jalan rusak.
‘’Kami khawatir kalau jalan menuju Telaga Ngebel tidak segera dibenahi akan berdampak pada kunjungan wisata,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Mizan Ahsani