Jawa Pos Radar Madiun – Perayaan Grebeg Suro 2025 di Kabupaten Ponorogo bakal digelar lebih megah.
Pemkab Ponorogo menyiapkan 31 event budaya dan hiburan selama satu bulan penuh untuk menyambut 1 Muharram 1447 H, termasuk gelaran Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX yang menjadi acara puncak.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko atau akrab disapa Kang Giri, menyebut bahwa kebutuhan anggaran Grebeg Suro tahun ini mencapai Rp 5,7 miliar.
Namun, dari jumlah itu, pemkab hanya mengalokasikan Rp 350 juta dari APBD, atau turun Rp 100 juta dibanding tahun lalu.
“Anggarannya kami slot sedikit, bukan karena pelit, tapi ini soal keberanian menjual ide dan berinovasi. Harus hebat, murah, dan tidak membebani APBD, tapi kualitas tidak boleh turun,” tegas Kang Giri, Minggu (8/6).
Untuk menutupi kekurangan anggaran sekitar Rp 5,35 miliar, Pemkab menggandeng event organizer (EO) Penjaga Bumi dari Bandung.
Dana tambahan diharapkan berasal dari sponsor, tiket masuk, dan sumber pendapatan lainnya.
Dari total kebutuhan, sekitar Rp 4,7 miliar digunakan untuk membangun panggung, venue, dan properti kegiatan selama Grebeg Suro berlangsung.
Targetnya, tahun ini sajian Grebeg Suro harus lebih spektakuler dari sebelumnya.
“Grebeg Suro tahun ini harus lebih dahsyat. Panggung lebih baik, sajian lebih hebat,” lanjut Kang Giri.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi menuturkan, perayaan tahun ini akan lebih semarak dengan penambahan sejumlah event baru, seperti lomba basket dan lomba lukis.
Namun beberapa event lama juga dikurangi untuk penyegaran.
Dua agenda besar tetap menjadi magnet utama, yakni: Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX dan Festival Reog Remaja (FRR) XXI.
Untuk harga tiket masuk (HTM), Judha memastikan masih tetap seperti tahun lalu.
Namun, pihak EO kemungkinan akan memberikan tambahan program atau treatment khusus sebagai variasi bagi penonton. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto